PENCERAHAN – Menuju Berbagai Masa Depan

ArtJog telah berlangsung satu dekade. Dengan perjalanan yang cukup panjang ini, ia telah membuka wawasan baru bagi kerja seni rupa kontemporer Indonesia. Aneka capaian ArtJog menjadi catatan penting bagi kami, penyelenggara, khususnya dalam mengkaji kaitan antara masa lalu, masa kini dan masa depan. Bagi kami, sifat kontemporer ArtJog adalah juga berarti bahwa seni harus selalu diperluas dan diterima sebagai pengalaman sehari-hari.

Dalam tiga tahun terakhir, tiga tema—masing-masing—adalah cara kami memperkembangkan makna dan fungsi sosial dari ke-kontemporer-an itu. Pada tahun 2015, tema Infinity in Flux mengolah bagaimana pengalaman inderawi atau pengalaman kebertubuhan berjejaring dengan ledakan informasi dan citra yang tidak terbatas. Pada tahun 2016, tema Universal Influence mendorong para seniman bersoal jawab kembali dengan universalisme, yang banyak tersisih dalam praktek budaya global dua dekade terakhir. Sedang tema Changing Perpectives pada tahun 2017 mengajak kita mengubah sudut pandang terhadap kerja seni dan bentuk seni, supaya seni meraih kembali esensinya yang baru.

Untuk ArtJog 2018, kami memajukan tema Pencerahan – Menuju Berbagai Masa Depan. Atau dalam bahasa Inggris, Enlightenment – Towards Various Futures.

Dalam artinya yang standar, yatu dalam sejarah dunia, Pencerahan, Enlightenment, adalah lahirnya rasionalisme dan humanisme di Eropa pada abad ke-18. Secara lebih rinci, Pencerahan adalah lahirnya gagasan tentang kedaulatan manusia (individu), perluasan dan pelembagaan ilmu pengetahuan, dan pemisahan negara dan agama (gereja)—semua hal yang pada gilirannya menciptakan gagasan kemajuan (the idea of progress), demokrasi dan modernitas, dan juga negara-bangsa. Pencerahan membebaskan manusia dari kegelapan takhayul dan irasionalitas. Seni, dengan prinsip kebebasan berekspresi, adalah bagian penting dari proyek Pencerahan.

Kami berpendapat bahwa pencerahan tidaklah harus dengan “P” kapital. Artinya, pencerahan tidak melulu terjadi dalam tataran universal tersebut, dan semestinya terjadi berkali-kali. Sebab, pencerahan sesungguhnya adalah segala daya upaya untuk mengusir kegelapan, untuk membawa apa-apa dan siapa-siapa yang terkurung dalam kegelapan ke tempat terang.

Kemerdekaan nasional tentu saja adalah sebuah momen pencerahan. Tapi ini belum cukup. Ada banyak—dan mesti ada banyak lagi—momen pencerahan, sebab masih ada bagian-bagian gelap di lingkungan bangsa-bangsa maupun umat manusia, misalnya ranah- ranah yang dikuasai etnosentrisme, ultra-nasionalisme, fundamentalisme, apa-apa yang memperkembangbiakkan kekerasan dan ketidakmanusiaan. Seni bisa menjadi cahaya yang datang ke wilayah-wilayah gelap itu.

Sejarah seni rupa adalah juga serangkaian momen pencerahan. Setiap gerakan seni— pembaharuan seni—menjadi lampu penerang bagi segala centang-perenang yang dihasilkan oleh kemajuan. Seni bergerak maju justru karena ia menyadari berlimpahnya residu (“sampah”, produk samping, “penyakit”) yang ditinggalkan oleh modernitas. Tentu, juga oleh teknologi digital.

Sifat kritis dari seni kontemporer mestinya bukan hanya mengarah ke luar tapi juga ke dalam. Maka, pencerahan juga berarti bahwa kerja seni harus menerangi sejarah dirinya sendiri, sejarah seni. Setiap kerja seni harus dipandang sebagai evaluasi terhadap sejarah seni, dan terhadap hubungan antara seni dan masyarakat. Itulah sebabnya seni kontemporer dapat dianggap sebagai pembeberan kembali sejarah seni dengan cara berbeda dalam satu hentakan, untuk mengancang berbagai kemungkinannya di masa depan.

Bagi kami, ArtJog sendiri—setelah satu dekade perjalanannya—adalah cara dalam melihat kaitan tak terpisahkan antara eksperimentasi seni, sejarah seni dan resepsi seni. Pencerahan adalah daya upaya mengeksplisitkan kaitan maha-erat tersebut dalam budaya digital global. Dengan tema Pencerahan, kami ingin mengajak para seniman untuk memperjalinkan interaktivitas dan refleksi, yang etis dan yang estetis, revolusi (pembaharuan) seni dan komodifikasi, yang berterima dan yang terbarukan, subversi dan komunikasi, seni dan ilmu, sejarah seni dan ke-kontemporer-an.

Kami mengajak para seniman untuk menemukan berbagai cahaya yang dapat menerangi jalan berliku dan bercabang-cabang menuju masa depan yang tidak terbatas. Berbagai masa depan. []

— Tim Kurator ARTJOG|11