See You at ARTJOG MMXX, 23 July - 30 August 2020
en | id

ARTJOG MMXIX: common|spaces

Seni Sebagai Ruang Bersama

11 Juli 2019

The Kasultanan Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Perhelatan seni kontemporer ARTJOG ke-12 akan digelar sepanjang 25 Juli hingga 25 Agustus 2019. ARTJOG 2019 (selanjutnya ditulis ARTJOG MMXIX) kembali menempati Jogja National Museum (JNM) untuk penyelenggaraan program-programnya. Sepanjang perjalanannya, ARTJOG selalu berupaya menciptakan ruang-ruang pertemuan bagi publik seluas-luasnya melalui aktivitas kesenian. Citra perhelatan yang selama ini dikenal meriah dan membuka wawasan pada akhirnya telah mendorong ARTJOG untuk menegaskan posisinya sebagai sebuah festival seni rupa kontemporer internasional.

Untuk memperkuat visi jangka panjangnya sebagai perhelatan reguler, ARTJOG telah memproyeksikan sebuah tema besar yang memayungi penyelenggaraan edisi-edisi selanjutnya. Sepanjang 2019 hingga 2021, festival seni rupa kontemporer internasional ARTJOG akan dibingkai oleh tema besar Arts in Common, yang diturunkan ke dalam tiga sub-tema kuratorial dalam tiga edisi festival setiap tahunnya.

Pameran ARTJOG MMXIX mengusung tajuk kuratorial common|spaces, melalui karya-karya yang mempersoalkan “ruang bersama” di mana kita hidup hari-hari ini. Diikuti oleh hampir empatpuluh orang seniman (individu maupun kelompok) dari Indonesia dan mancanegara (antara lain Austria, Australia, Filipina dan Singapura), pameran ini tersusun atas karya-karya yang dipilih melalui beberapa skema. Sejumlah seniman muda dipilih melalui skema undangan aplikasi terbuka (open call application). Sementara sebagian besar seniman dipilih melalui undangan khusus. Lima orang seniman lintas displin akan menampilkan karya-karya dalam skema proyek khusus. Mereka adalah Handiwirman Saputra, Riri Riza, Sunaryo, Teguh Ostenrik dan Piramida Gerilya (proyek kolaborasi antara Indieguerillas dengan Singgih S. Kartono).

ARTJOG MMXIX tetap mempertahankan beberapa program edukasi pamerannya, seperti Meet the Artist dan Curatorial Tour. Sementara LeksiKon merupakan program baru yang menyajikan wicara-seniman (artist talk) secara performatif. Keterlibatan para kreator dari disiplin kesenian yang lebih luas ditampung dalam program Daily Performance dan Merchandise Project. Semua program ini dirancang dan dikelola untuk memperdalam intensitas keterlibatan dan membuka wawasan publik tentang tema yang diusung.

ARTJOG MMXIX common|spaces pada akhirnya adalah upaya untuk menjadikan kesenian sebagai sebuah ruang pengetahuan bersama.

Read more

ARTJOG MMXIX: Festival Seni Kontemporer Sebagai Sebuah Ruang Bersama

24 Juli 2019

ARTJOG 2019 (selanjutnya ditulis ARTJOG MMXIX) akan kembali digelar pada 25 Juli hingga 25 Agustus 2019. Pada penyelenggaraannya yang ke-12, ARTJOG hendak memposisikan diri sebagai sebuah Festival Seni Rupa Kontemporer Internasional (Yogyakarta International Contemporary Art Festival) dan tetap mempertahankan Jogja National Museum (JNM) sebagai tempat penyelenggaraannya.

Mulai 2019 hingga 2021, ARTJOG akan dibingkai dengan sebuah tema besar, Arts in Common. Tema tersebut kemudian akan diturunkan menjadi sub-tema dalam tiga edisi festival setiap tahunnya. Tema yang diusung pada ARTJOG MMXIX adalah common|spaces. Tema tersebut dihadirkan untuk memaknai ARTJOG sebagai ruang bersama bagi semua kalangan.

ARTJOG MMXIX akan diikuti oleh 39 seniman seni rupa (individu maupun kelompok) dari dalam dan luar negeri. Selain itu, Special Project hadir dengan melibatkan 5 seniman lintas displin yang ditunjuk langsung. Mereka adalah Handiwirman Saputra, Riri Riza, Sunaryo, Teguh Ostenrik dan Piramida Gerilya (proyek kolaborasi antara Indieguerillas dengan Singgih S. Kartono). ARTJOG juga membuka peluang keterlibatan para seniman muda potensial melalui mekanisme panggilan terbuka. Sebagai wujud apresiasi atas kiprah mereka dalam berkarya ARTJOG menghadirkan program Young Artist Award. Program ini adalah penghargaan bagi para seniman muda peserta ARTJOG terbaik yang berusia di bawah 35 tahun. Program ini dirancang sebagai sebuah upaya untuk menggali potensi dan wawasan seniman muda serta memperluas jaringan dan lintasan karir mereka dalam berkesenian. Pada tahun ini, selain bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY, ARTJOG juga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Yayasan Museum MACAN (sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada Seni dan Pendidikan) dalam menghadirkan hibah residensi bagi para seniman terpilih. Hibah Residensi ini diberikan untuk mendukung seniman muda untuk memajukan karir mereka dengan kesempatan untuk melakukan penelitian dan eksplorasi artistik di luar negeri.

Young Artist Award melibatkan Fumio Nanjo (Direktur Museum Seni Mori, Tokyo, Jepang), Aaron Seeto (Direktur Museum MACAN), Natasha Sidharta (Direktur IndoArtNow) dan tim kuratorial ARTJOG MMXIX common | space sebagai tim juri. Daftar pendek seniman yang terpilih dari proses penjurian tersebut antara lain, Agung Prabowo, Agnes Christina, Andrita Orbandi, Enka Komariah, Etza Meisyara, M. Lugas Silabus, Natasha Tontey, Patrick Hartono, Riono Tanggul Nusantara, Robet & Olga, Supattanawadee Muanta (Thailand), Tim Woodward (Australia) ) dan Wiyoga Muhardanto. Dalam posisinya sebagai sebuah festival, ARTJOG melakukan pematangan pada kerangka tema yang diusung dalam perhelatannya. Keterlibatan publik dalam sebuah ruang bersama ini juga diwujudkan dalam penyusunan program yang ada di dalam penyelenggaran ARTJOG MMXIX. Program Daily Performance hadir sebagai ruang berbagai praktik dan pemaknaan seni kontemporer yang tidak terbatas hanya dalam satu medium seni. Tahun ini Daily Performance melibatkan beberapa selektor yang memiliki praktik dan makna unik dalam seni pertunjukan, seperti Ayu Permatasari, Rully Shabara dan Rangga Dwi Apriadinur. Dengan melibatkan kurang lebih 88 penampil (individu maupun kelompok), harapannya program ini dapat memberikan warna tersendiri pada presentasinya. Program Daily Performance didukung oleh Djarum Foundation dan juga bekerja sama dengan Goethe Institute dan Nusasonic, dan Erasmus Huis.

Melalui ARTJOG Educational Program seperti Meet The Artist, Curatorial Tour, dan LeksiKon, ruang pertemuan antara publik seni dan khalayak umum akan diperluas. Program Meet The Artist akan dilaksanakan seminggu sekali di hari Rabu sedangkan program Curatorial Tour akan dilaksanakan sebanyak setiap Selasa dan Jumat, tanpa dipungut biaya tambahan. Pada tahun ini, ARTJOG MMXIX menghadirkan satu program baru yang disebut LeksiKon. Program ini akan menampilkan sajian edukasi publik dengan format yang kreatif, performatif, dan berbeda dari sejumlah wicara pada umumnya. Dengan menggabungkan antara ceramah para seniman dengan lokakarya, penonton akan memiliki pengalaman yang berbeda dengan menyaksikan seni pertunjukan dan tontonan audiovisual dari 10 seniman seni rupa terpilih.

Sebagai upaya untuk menyediakan ruang interaktif antara seniman dengan publik yang lebih luas, Merchandise Project akan dihadirkan dengan menggunakan pendekatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bekerja sama dengan beberapa kelompok seniman yaitu HONF Foundation, Afdruk 56 dan RAR Edition beragam lokakarya (workshop) akan dihadirkan untuk memeriahkan program ini dan memperluas ruang pertemuannya.

ARTJOG MMXIX akan dibuka secara resmi oleh Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan Republik Indonesia). Untuk semakin memeriahkan acara, sebuah pertunukan musik dari Dewa Budjana akan hadir untuk menghibur seluruh pengunjung.

Read more

ARTJOG MMXIX Umumkan 3 Perupa Penerima YOUNG ARTIST AWARD dimalam Pembukaan

26 Juli 2019

ARTJOG MMXIX resmi dibuka pada Kamis, 25 Juli 2019. Di tahun ini, ARTJOG dengan tegas memposisikan diri sebagai sebuah Festival Seni Rupa Kontemporer Internasional (Yogyakarta International Contemporary Art Festival). Diawali dengan VIP dan Media Preview di sore hari, ARTJOG dihadiri para pejabat negara, seniman dan pecinta seni, rekanan dan kolega serta awak media dari berbagai kota dan negara.

Malam harinya, upacara pembukaan diawali dengan sambutan Heri Pemad (Direktur ARTJOG) dan diikuti pengumuman pemenang Young Artist Award (YAA). Program YAA ini dirancang sebagai wujud penghargaan dan sebuah upaya untuk menggali potensi dan wawasan seniman muda, serta memperluas jaringan dan lintasan karier mereka dalam berkesenian.

Selain bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY dalam program YAA tahun ini, ARTJOG juga bekerja sama denga Yayasan Museum MACAN dalam programnya Museum MACAN Foundation Artist Residency. Dijalankan bersama YAA, program ini akan memfasilitasi fase riset dan eksplorasi artistik seniman penerima YAA 2019 melalui residensi di Australia, Jerman dan Jepang.

Dari 13 seniman muda kandidat, akhirnya terpilih 3 seniman yang mendapatkan Young Artist Award, yaitu Andrita Yuniza (Bandung) dengan karyanya yang berjudul “Whirlwind of Time”, Enka Komariah (Yogyakarta) dengan karyanya “Juxtapose #1”, dan Natasha Tontey (Jakarta) dengan karyanya “Hama Memberkati/Pest to Power”. Selanjutnya acara berlanjut dengan sambutan dari Ibu Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam perhelatan ini.

“Tadi sudah disampaikan bahwa ARTJOG udah sebelas tahun, dari tadinya artfair menjadi festival, itu adalah suatu langkah yang luar biasa karena menjadi ajang seluruh stakeholder seni untuk bisa berinteraksi dari mulai artisnya yang mulai melakukan ekspresi, sampai admirer atau mereka yang hadir melakukan apresiasi. Ini adalah suatu gerakan yang baik untuk memperkuat ekosistem seni di Indonesia, termasuk tadi yang menerima penghargaan artis muda di bawah umur 35 dan karyanya yang luar biasa. Dalam hati saya selalu mengagumi seluruh hasil karya dalam berbagai bentuk. Karena di dalam seni tidak ada disebutkan mana yang terbaik dan tidak, mana yang benar dan salah, karena ia merupakan ekspresi demokratis” ungkapnya dan dilanjutkan dengan membuka ARTJOG MMXIX secara resmi. Acara kemudian dilanjutkan dengan kemeriahan fashion performance Lulu Lutfi Labibi for Murakabi dan pertunjukan musik dari Dewa Budjana dan kawan-kawan.

ARTJOG MMXIX – Arts In Common: common|space berlangsung 25 Juli-25 Agustus 2019 di Jogja National Museum. Info lebih lengkap dapat dilihat di website www.artjog.co.id.

Read more

Leksikon

10 Agustus 2019

ARTJOG MMXIX akan menghadirkan program baru, dalam fungsinya sebagai sarana edukasi publik yaitu LeksiKon. LeksiKon merupakan proyek yang bertujuan menghadirkan wicara seniman sebagai sajian edukasi yang kreatif, performatif, eksperimental, dan, yang paling penting; menginspirasi khalayak luas.

Inspirasi awal untuk LeksiKon adalah praktik yang populer dengan sebutan ‘lecture performance’ (performans ceramah): presentasi/sajian performatif yang melampaui format-format presentasi akademik (seminar, simposium, kuliah). Medium hibrid ini kemudian memanfaatkan narasi/pengisahan cerita, reportase, media massa, internet, iklan, slogan, gambar digital, alat musik, bunyi, benda kinetik, dsb di atas panggung.

Model ceramah dengan slide atau video edukasi sering dimanfaatkan oleh para seniman performans ceramah demi mengeksplorasi hubungan-hubungan tak terduga antara gambar dan teks, atau antara konsensus dan fakta, antara imajinasi dan kenyataan untuk menyampaikan ide-ide yang kontradiktif dan provokatif -- bukan sekadar narasi yang linier, masuk akal, didaktik, argumentatif/persuasif dan runtun.

LeksiKon akan menjadi kegiatan reguler selama penyelenggaraan ARTJOG Arts in Common (sampai 2021), dan edisi pertamanya ini didukung oleh Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF. 8 seniman terpilih telah terlibat dalam lokakarya selama tiga hari (27-29 Juli 2019) di Teater Garasi yang diampu oleh Agung Hujatnika (kurator ARTJOG MMXIX) dan didampingi oleh Gunawan Maryanto dan Arsita Iswardhani sebagai konsultan tata dramatik.

Dilaksanakan pada Jumat, 9 Agustus 2019 dan Sabtu, 10 Agustus 2019 jam 18.30, acara akan diawali dengan sambutan Bapak Ir. Wawan Rusiawan MM selaku Direktur Riset & Pengembangan Ekonomi Kreatif. Pada hari pertama, seniman yang akan tampil adalah Riri Riza, Syaiful Garibaldi, Fika Ria Santika dan Etza Mesyara, sementara di hari kedua akan menampilkan Teguh Ostenrik, Lugas Syllabus, Uji Handoko dan Natasha Tontey.

LeksiKon kemudian ingin menggarap wicara seniman sebagai medium artistik tersendiri. Meskipun format performans ceramah masih sangat dimungkinkan, LeksiKon mengharapkan apa yang dapat digarap melalui lokakarya ini dapat melampaui format-format yang telah ada.

Read more

Press Release Closing ARTJOG MMXIX

25 August 2019

Minggu, 25 Agustus 2019, ARTJOG MMXIX Festival Seni Kontemporer Internasional yang mengangkat tema Arts In Common: common|space resmi berakhir. Selama 32 hari ARTJOG telah berhasil menghadirkan presentasi total 122 karya dari 39 seniman seni rupa di Jogja National Museum.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan pengumuman pemenang lelang karya Gotong Royong dari Warung Murakabi. Proyek lelang Gotong Royong Murakabi ini dimulai sejak 31 Juli 2019 dan berakhir 18 Agustus 2019 dan dilakukan secara online melalui website, sebagai upaya untuk mendukung pergerakan Murakabi agar terus berlanjut. Terdapat 3 karya yang dilelang, pertama ‘Gotong Royong Murakabi’ berupa Spedagi Rodacilik / Minivelo yang didesain oleh Singgih S. Kartono dan dikustom oleh indieguerillas, Sindhu Prasastyo (Sapu upcycle) dan Lulu Lutfi Labibi. Karya yang kedua adalah ‘Es Campur’, kursi sedan didesain oleh Singgih S. Kartono dan seat cover customized by Indieguerillas. Terakhir adalah ‘The Klompencapir’, KuBo Magno wooden radio desain Singgih S. Kartono dengan cover kain oleh Indieguerillas.

ARTJOG MMXIX akhirnya ditutup dengan ucapan syukur dan terima kasih dari Heri Pemad (Direktur ARTJOG) kepada seluruh pihak yang telah mendukung: seniman dan pekerja kreatif yang berpartisipasi, BEKRAF, Dinas Kebudayaan DIY, Kementrian Pariwisata RI dan seluruh sponsor dan partner dan para pegiat dan penggiat seni dan festival di Jogja dan sekitarnya. Terlebih kepada total lebih dari 100.000 pengunjung atas apresiasinya sepanjang pelaksanaan ARTJOG MMXIX.

Acara penutupan ini dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Yura Yunita, Jogja Hip-Hop Foundation dan Megahits Selection. Sampai jumpa di ARTJOG MMXX – Arts In Common 23 Juli – 30 Agustus 2020.

Read more