See You at ARTJOG MMXX, 23 July - 30 August 2020

Participating Artist






Syaiful Aulia Garibaldi




Kroraj Lirtuaria

Variable dimensions | variety of moss, lichen, mushrooms on fiberglass mounted on multiplex, water drips and pump
2019


Konsep Karya
Syaiful Garibaldi (Tepu) dikenal sebagai seniman yang bekerja dengan pendekatan interdisipin. Melalui kolaborasi dengan beberapa ahli biologi, sejak beberapa tahun yang lalu perhatiannya terfokus pada beberapa jenis tumbuhan tanpa-biji, yakni jamur, paku dan lumut. Menurutnya, tumbuhan-tumbuhan ini memiliki karakter khusus dalam cara-caranya beradaptasi dan bertahan yang memberinya pelajaran berharga untuk hidupnya sendiri sebagai manusia. Kroraj Lirtuaria berarti garis batas air dalam bahasa Terhah (bahasa yang Tepu telah kembangkan selama bertahun-tahun dari gagasan tentang komunikasi universal ). Terinspirasi oleh pola visual jejak air yang kita temukan paska peristiwa banjir/air rob, Tepu menggarap instalasi yang menyerupai sebuah talud (elemen arsitektural yang dirancang untuk jalan raya dan bangunan yang berada di tebing atau tanah yang tidak stabil). Konstruksi sebuah talud umumnya memiliki pori-pori atau saluran air yang berfungsi menjaga tanah agar tidak longsor. Dinding instalasi Tepu terbangun atas lembar-lembar fiberglass yang umumnya digunakan di sebagai penutup pagar-pagar besi rumah-rumah di Jawa. Melalui negosiasi dengan para pemilik rumah, Tepu mengumpulkan ratusan lembaran fiberglass dari berbagai lokasi, lalu menyusunnya kembali menjadi Kroraj Lirtuaria di dalam ruang pamer iniā€”sebuah tempat tinggal baru untuk organisme yang selama bertahun-tahun telah bersimbiosis secara mutual dengan material sintetik.

Syaiful Garibaldi (Tepu) is known as an artist who works with interdisciplinary approaches. Through a collaboration with biologists, since a few years ago his attention has been focused on several types of seedless plants, such as mushrooms, lichen and mosses. To him, these plants have special characteristics in their ways to adapt and survive, which give him valuable lesson for his own lives as human. Kroraj Lirtuaria means waterline in the language of Terhah (a language that Tepu has developed for years from the idea of universal communication ). Inspired by the visual pattern of water traces that we find after flood / water rob events, Tepu works on installations that resemble a talud (architectural elements designed for highways and buildings that are on cliffs or unstable ground). Construction of a talud generally has pores or waterways that function to keep the soil from landslides. The installation s wall is built on fiberglass sheets which are commonly used as a cover for the iron fences of houses in Java. Through negotiations with homeowners, Tepu managed to collect hundreds of fiberglass sheets from various locations, then rearrange them on the surface of Kroraj Lirtuaria in this exhibition space--a new home for some organisms that for years have had a mutual symbiosis with synthetic material.