See You at ARTJOG MMXX, 23 July - 30 August 2020

Participating Artist






Mary Maggic




Decolonize (Mendekolonisasi)

length 500 cm | jelly, synthetic dyes, fungi
2019


Konsep Karya
Karya-karya ini merupakan hasil dari penelitian Mary Magic selama tinggal di Yogyakarta dan terlibat dalam Jogja River Project (JRP). JRP adalah sebuah proyek yang diinisiasi oleh Lifepatch pada tahun 2012, yang bertujuan mengembangkan program-program swadaya agar warga yang tinggal di sekitar Kali Code dapat memonitor kualitas air dan kondisi ekologis lingkungan sekitar mereka. Proyek yang juga melibatkan Laboratorium Bio-Teknologi Universitas Gadjah Mada ini juga bertujuan merehabilitasi perilaku warga atas sungai dan air. Dalam JRP, para saintis, seniman dan warga, para akhirnya secara bersama-sama bekerja untuk pembentukan budaya baru di sekitar kali code. Dalam Recombinant Commons Mary menampilkan video dan objek yang merepresentasikan lanskap Kali Code yang suriill karena dikolonisasi oleh sampah plastik. Ia juga menggarap sebuah miniatur sungai tersebut dengan bambu, agar-agar dan sampel fungi yang menjadi medium persemaian mikro-organisme Kali Code. Meskipun warga sekitar meyakini bahwa air Kali Code cukup bersih untuk konsumsi harian, penelitian Mary membuktikan sebaliknya. Trilogi karya ini adalah sebuah ikhtiar untuk menumbuhkan empati warga akan lingkungan alamnya, mencari kemungkinan untuk menghentikan “kolonialisasi plastik” terhadap sungai.

This work is a result of Mary Magic s research during her stay in Yogyakarta, for her involvement in the Jogja River Project (JRP). JRP is a project initiated by Lifepatch in 2012 with the aim to develop self-initiated programs that enable residents who live by Kali Code to monitor water quality and ecological conditions of their environment. The project, which also involves BIo-Technology Laboratory of the Gadjah Mada University, also intends to rehabilitate residents in their behavior regarding river and water. In JRP, scientist, artist and the citizen eventually work together for the sake of dorm the new culture around Kali Code. In Recombinant Commons Mary displays video installation and objects that represent Kali Code s surreal landscape colonized by plastic wastes. She also creates a miniature of the river using bamboo, jelly and fungi sample which at the same time give rise to a micro-organic nursery beds. Although the residents around Kali Code believe that Code water is hygienic enough for daily consumptions, Mary s research has proven it to be wrong. This trilogy is an effort to foster citizens empathy for their natural environment while looking for possibilities to stop plastic colonization toward the river. Credits: Lifepatch - Citizen Initiative in Art, Science, and Technology, Pak Donny Widianto and Mbak Ardhiani from UGM Biotechnology, and Fulbright AMINEF. Here is a warm thanks to the people who helped me along the way: Ferial Afiff, Nova Rachmad Basuki, Agus Tri Budiarto, Andreas Siagian, Suherman, Agung Satriya Wibowo, Ciptaning Kusumajati, Deki Yudhanto, and Paquita Puan Arumrangga. And to new river friends: Ibu Suryawati, Pak Bejo Utomo, Pak Liliek Suroso, and Pak Mul.

Radical Porosity (Porositas Radikal)

500 x 500 x 200 cm | latex, found objects, audio
2019


Konsep Karya
Karya-karya ini merupakan hasil dari penelitian Mary Magic selama tinggal di Yogyakarta dan terlibat dalam Jogja River Project (JRP). JRP adalah sebuah proyek yang diinisiasi oleh Lifepatch pada tahun 2012, yang bertujuan mengembangkan program-program swadaya agar warga yang tinggal di sekitar Kali Code dapat memonitor kualitas air dan kondisi ekologis lingkungan sekitar mereka. Proyek yang juga melibatkan Laboratorium Bio-Teknologi Universitas Gadjah Mada ini juga bertujuan merehabilitasi perilaku warga atas sungai dan air. Dalam JRP, para saintis, seniman dan warga, para akhirnya secara bersama-sama bekerja untuk pembentukan budaya baru di sekitar kali code. Dalam Recombinant Commons Mary menampilkan video dan objek yang merepresentasikan lanskap Kali Code yang suriill karena dikolonisasi oleh sampah plastik. Ia juga menggarap sebuah miniatur sungai tersebut dengan bambu, agar-agar dan sampel fungi yang menjadi medium persemaian mikro-organisme Kali Code. Meskipun warga sekitar meyakini bahwa air Kali Code cukup bersih untuk konsumsi harian, penelitian Mary membuktikan sebaliknya. Trilogi karya ini adalah sebuah ikhtiar untuk menumbuhkan empati warga akan lingkungan alamnya, mencari kemungkinan untuk menghentikan “kolonialisasi plastik” terhadap sungai.

This work is a result of Mary Magic s research during her stay in Yogyakarta, for her involvement in the Jogja River Project (JRP). JRP is a project initiated by Lifepatch in 2012 with the aim to develop self-initiated programs that enable residents who live by Kali Code to monitor water quality and ecological conditions of their environment. The project, which also involves BIo-Technology Laboratory of the Gadjah Mada University, also intends to rehabilitate residents in their behavior regarding river and water. In JRP, scientist, artist and the citizen eventually work together for the sake of dorm the new culture around Kali Code. In Recombinant Commons Mary displays video installation and objects that represent Kali Code s surreal landscape colonized by plastic wastes. She also creates a miniature of the river using bamboo, jelly and fungi sample which at the same time give rise to a micro-organic nursery beds. Although the residents around Kali Code believe that Code water is hygienic enough for daily consumptions, Mary s research has proven it to be wrong. This trilogy is an effort to foster citizens empathy for their natural environment while looking for possibilities to stop plastic colonization toward the river. Credits: Lifepatch - Citizen Initiative in Art, Science, and Technology, Pak Donny Widianto and Mbak Ardhiani from UGM Biotechnology, and Fulbright AMINEF. Here is a warm thanks to the people who helped me along the way: Ferial Afiff, Nova Rachmad Basuki, Agus Tri Budiarto, Andreas Siagian, Suherman, Agung Satriya Wibowo, Ciptaning Kusumajati, Deki Yudhanto, and Paquita Puan Arumrangga. And to new river friends: Ibu Suryawati, Pak Bejo Utomo, Pak Liliek Suroso, and Pak Mul.

Recombinant Commons (Milik Bersama Rekombinan)

350 x 350 cm | visual projection
2019


Konsep Karya
Karya-karya ini merupakan hasil dari penelitian Mary Magic selama tinggal di Yogyakarta dan terlibat dalam Jogja River Project (JRP). JRP adalah sebuah proyek yang diinisiasi oleh Lifepatch pada tahun 2012, yang bertujuan mengembangkan program-program swadaya agar warga yang tinggal di sekitar Kali Code dapat memonitor kualitas air dan kondisi ekologis lingkungan sekitar mereka. Proyek yang juga melibatkan Laboratorium Bio-Teknologi Universitas Gadjah Mada ini juga bertujuan merehabilitasi perilaku warga atas sungai dan air. Dalam JRP, para saintis, seniman dan warga, para akhirnya secara bersama-sama bekerja untuk pembentukan budaya baru di sekitar kali code. Dalam Recombinant Commons Mary menampilkan video dan objek yang merepresentasikan lanskap Kali Code yang suriill karena dikolonisasi oleh sampah plastik. Ia juga menggarap sebuah miniatur sungai tersebut dengan bambu, agar-agar dan sampel fungi yang menjadi medium persemaian mikro-organisme Kali Code. Meskipun warga sekitar meyakini bahwa air Kali Code cukup bersih untuk konsumsi harian, penelitian Mary membuktikan sebaliknya. Trilogi karya ini adalah sebuah ikhtiar untuk menumbuhkan empati warga akan lingkungan alamnya, mencari kemungkinan untuk menghentikan “kolonialisasi plastik” terhadap sungai.

This work is a result of Mary Magic s research during her stay in Yogyakarta, for her involvement in the Jogja River Project (JRP). JRP is a project initiated by Lifepatch in 2012 with the aim to develop self-initiated programs that enable residents who live by Kali Code to monitor water quality and ecological conditions of their environment. The project, which also involves BIo-Technology Laboratory of the Gadjah Mada University, also intends to rehabilitate residents in their behavior regarding river and water. In JRP, scientist, artist and the citizen eventually work together for the sake of dorm the new culture around Kali Code. In Recombinant Commons Mary displays video installation and objects that represent Kali Code s surreal landscape colonized by plastic wastes. She also creates a miniature of the river using bamboo, jelly and fungi sample which at the same time give rise to a micro-organic nursery beds. Although the residents around Kali Code believe that Code water is hygienic enough for daily consumptions, Mary s research has proven it to be wrong. This trilogy is an effort to foster citizens empathy for their natural environment while looking for possibilities to stop plastic colonization toward the river. Credits: Lifepatch - Citizen Initiative in Art, Science, and Technology, Pak Donny Widianto and Mbak Ardhiani from UGM Biotechnology, and Fulbright AMINEF. Here is a warm thanks to the people who helped me along the way: Ferial Afiff, Nova Rachmad Basuki, Agus Tri Budiarto, Andreas Siagian, Suherman, Agung Satriya Wibowo, Ciptaning Kusumajati, Deki Yudhanto, and Paquita Puan Arumrangga. And to new river friends: Ibu Suryawati, Pak Bejo Utomo, Pak Liliek Suroso, and Pak Mul.