See You at ARTJOG MMXX, 23 July - 30 August 2020

Participating Artist






Lugas Syllabus


Born April, 1987, Bengkulu, Indonesia

Education
Faculty of Fine Art, Indonesia Institute of Arts Yogyakarta, Indonesia

Group Exhibitions
2019
ARTJOG Common Space , Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
Kontraksi Pasca Tradisionalisme , National Gallery, Jakarta, Indonesia
80nan Ampuh , Syang Art Space, Magelang, Central Java, Indonesia

2018
Eco-Weaver Project , Maybank tower, Kuala Lumpur, Malaysia
Disini , Gilman Barack, Chan Hori Contemporary, Singapore

2017
Biennale Jogja XIV , Age of Hope, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
Indonesia Food & Art Festival , Menjadi Indonesia, Jakarta, Indonesia
Art Stage Jakarta , Semarang Gallery, Jakarta, Indonesia
Bazaar Art Jakarta , Element Art Space, Jakarta, Indonesia
Art-tivities Now , Breeze Art Space, Tangerang, Banten, Indonesia

Solo Exhibitions
2018
We Dance Together , Chan Hori Contemporary, Singapore
Wild Legend , Chan Hori Contemporary, Art Jakarta, Indonesia

2017
Tomorrow Must Be Better , Element Art Space, Art021 Shanghai, Shanghai, China
Golden Landscape , Gallery RJ Katamsi, Yogyakarta, Indonesia
Natural Born Worker , Finale Art File, Makati City, Philippines

2016
The Garden of Triumph , Element Art Space, Art Stage Singapore, Singapore

Residency Program
2018
Maybank, Eco – Weaver Project, Takeo Province, Cambodia
2012
Artist in Residency, Kulturmodell, Passau, Germany
2011
Wandering Room Project, South Bank, Brisbane, Australia
2009
Mini Residency, Cemeti Art House, Yogyakarta, Indonesia
2007
Artist in Residency, Your Mother Gallery, Singapore


Berbatas tapi Tak Terbatas (Painting set)

75x117 cm, tryptich | installation comprising paintings, glass mosaic, mus haf paintings, carpets, resin sculpture



Konsep Karya
Setiap orang memiliki definisi tentang ruang privat dan publiknya sendiri. Karya M. Lugas Syllabus mencoba merepresentasikan tegangan antara kedua pengertian ruang tersebut. Instalasinya menyerupai ruang yang berfungsi ganda: sebagai ruang pamer dan musholla. Lugas sengaja bermaksud memancing persepsi dan interaksi yang jamak dari para pengunjung, dengan menggabungkan elemen-elemen yang tidak biasa disandingkan dalam sebuah ruang. Di satu sisi, kita bisa mengakses karya ini sebagai sebuah ruang pamer yang menampilkan sebuah patung dan tiga buah lukisan Lugas yang bersumber dari lukisan-lukisan Raden Saleh tentang Merapi. Di sisi lainnya, karya ini juga dapat kita akses sebagai mushalla. Lugas menghiasi ruang ini dengan mus haf, layaknya dekorasi pada dinding-dinding masjid, berisikan ayat-ayat Al Quran tentang gunung berapi dan alam ciptaan-Nya. Ia juga mempersilakan siapapun melakukan aktivitas ibadah di ruang ini. Dalam praktiknya baik sebagai pelukis dan sebagai seorang muslim, Lugas tidak pernah membuat batas yang sangat jelas antara kesenian dan agamanya. Dan karya ini persis tengah memperlihatkan bagaimana ia menjelajahi ruang irisan di antara keduanya. Segala sesuatu yang terkandung di dalam karya ini memang bisa ditafsirkan sesuai dengan pengalaman dan pemahaman masing-masing pengunjung. Namun ia tetap berharap karya ini menjadi ruang interaksi yang lebih menggugah pemikiran, perasaan, pengalaman hingga keyakinan, bukan sekedar interaksi fisik.

Everyone has his/her own definition of private and public space. The work of M. Lugas Syllabus is an attempt to represent the tension between the two senses of space. The installation resembles a space that has a double-function: as an exhibition space and prayer room. Lugas intentionally intends to provoke multiple perceptions and interactions from visitors, by combining elements that are unusually juxtaposed in a room. On the one hand, we can access this work as an exhibition space featuring a sculpture and three paintings that Lugas adopts from Raden Saleh s paintings of Merapi. On the other hand, we can also access this work as a mushalla. Lugas decorates the space with mus haf paintings, commonly found on the walls of the mosque, that contain the verses of the Qur an about volcanoes and the nature of His creation. The artist also invites visitors to carry out their praying activities in this room. In his practice both as a painter and a Muslim, Lugas has never made a very clear boundary between his art and religion. And this work precisely shows how he explores the slices between the two. Everything contained in this installation can indeed be interpreted based on experience and understanding of each visitor. But Lugas still hopes that this work will become a space of interaction that inspires thoughts, feelings, experiences and beliefs, not just physical interactions.

From Life to another life space in beetween

Variable dimensions | installation comprising paintings, glass mosaic, mus’haf paintings, carpets, resin sculpture
2019


Konsep Karya
Setiap orang memiliki definisi tentang ruang privat dan publiknya sendiri. Karya M. Lugas Syllabus mencoba merepresentasikan tegangan antara kedua pengertian ruang tersebut. Instalasinya menyerupai ruang yang berfungsi ganda: sebagai ruang pamer dan musholla. Lugas sengaja bermaksud memancing persepsi dan interaksi yang jamak dari para pengunjung, dengan menggabungkan elemen-elemen yang tidak biasa disandingkan dalam sebuah ruang. Di satu sisi, kita bisa mengakses karya ini sebagai sebuah ruang pamer yang menampilkan sebuah patung dan tiga buah lukisan Lugas yang bersumber dari lukisan-lukisan Raden Saleh tentang Merapi. Di sisi lainnya, karya ini juga dapat kita akses sebagai mushalla. Lugas menghiasi ruang ini dengan mus haf, layaknya dekorasi pada dinding-dinding masjid, berisikan ayat-ayat Al Quran tentang gunung berapi dan alam ciptaan-Nya. Ia juga mempersilakan siapapun melakukan aktivitas ibadah di ruang ini. Dalam praktiknya baik sebagai pelukis dan sebagai seorang muslim, Lugas tidak pernah membuat batas yang sangat jelas antara kesenian dan agamanya. Dan karya ini persis tengah memperlihatkan bagaimana ia menjelajahi ruang irisan di antara keduanya. Segala sesuatu yang terkandung di dalam karya ini memang bisa ditafsirkan sesuai dengan pengalaman dan pemahaman masing-masing pengunjung. Namun ia tetap berharap karya ini menjadi ruang interaksi yang lebih menggugah pemikiran, perasaan, pengalaman hingga keyakinan, bukan sekedar interaksi fisik.

Everyone has his/her own definition of private and public space. The work of M. Lugas Syllabus is an attempt to represent the tension between the two senses of space. The installation resembles a space that has a double-function: as an exhibition space and prayer room. Lugas intentionally intends to provoke multiple perceptions and interactions from visitors, by combining elements that are unusually juxtaposed in a room. On the one hand, we can access this work as an exhibition space featuring a sculpture and three paintings that Lugas adopts from Raden Saleh s paintings of Merapi. On the other hand, we can also access this work as a mushalla. Lugas decorates the space with mus haf paintings, commonly found on the walls of the mosque, that contain the verses of the Qur an about volcanoes and the nature of His creation. The artist also invites visitors to carry out their praying activities in this room. In his practice both as a painter and a Muslim, Lugas has never made a very clear boundary between his art and religion. And this work precisely shows how he explores the slices between the two. Everything contained in this installation can indeed be interpreted based on experience and understanding of each visitor. But Lugas still hopes that this work will become a space of interaction that inspires thoughts, feelings, experiences and beliefs, not just physical interactions.