See You at ARTJOG MMXX, 23 July - 30 August 2020

Participating Artist






Cinanti Astria Johansjah & Sammaria Sari Simanjuntak




Round and Round and Round We Go

Variable dimensions | performative game and installation comprising round table and seats, censors, lights, paintings and soundscape
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #1

80 x 120 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #2

50 x 80 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #3

80 x 120 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #4

30 x 60 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #5

50 x 80 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #6

30 x 60 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #7

80 x 120 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #8

80 x 120 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.

Round and Round and Round We Go #9

30 x 60 cm | Acrylic, permanent marker on canvas
2019


Konsep Karya
Dalam kolaborasi perdana mereka, pelukis Cinanti Astria Johansjah dan sutradara film Sammaria Sari Simanjuntak menghadirkan suatu ruang pengalaman yang terbangun dari ruang fisik, benda-benda, cahaya, elemen visual dan bunyi. Hanya ketika delapan orang pengunjung menduduki kursi-kursi yang melingkari sebuah meja bundar secara bersamaan, karya ini dapat tampil secara utuh. Kedua seniman ini juga menggagas sebuah perlombaan berhadiah yang mengharuskan pengunjung berinteraksi dengan kucing-kucing terlantar sambil melipat kantong-kantong plastik bekas. Sejumlah lukisan pada dinding menggambarkan stereotip lansekap namun dengan binatang-binatang yang mati. Secara menyeluruh, karya ini menggambarkan hubungan-hubungan rumit dan siklus yang terjadi antara manusia, binatang peliharaan dan sampah domestik. Semenjak Homo Sapiens melakukan upaya-upaya ekstensif untuk menguasai bumi, alam dan segenap isinya melalui modernisasi dan industrialisasi, hubungan-hubungan antar-spesies dan habitat alaminya telah mengalami perubahan-perubahan masif yang tidak kita sadari.

In their collaborative debut, painter Cinanti Astria Johansjah and film director Sammaria Sari Simanjuntak present a spatial experience contrived from arrangement of physical space, objects, light, visual and sound elements. Only when eight visitors simultaneously occupy the chairs that encircle a round table, this work can be experienced in its complete profile. The two artists also initiate a prize competition that requires visitors to interact with abandoned cats while folding used plastic bags. A number of paintings on the walls depict stereotypical landscapes accentuated with dead animals. Overall, this work describes the complex and cyclical relationships that occur between humans, pets and domestic waste. Ever since Homo Sapiens made extensive efforts to overpower the earth, nature and all its contents through modernization and industrialization, relations between living species and their natural habitats have undergone massive changes that we are often not aware of.