Wimo Ambala Bayang

Born October 14, 1976, Magelang, Central Java, Indonesia

Education

1995-1996           

Interior Design, Modern School of Design Yogyakarta (MSD), Yogyakarta, Indonesia

1996-2006           

Photography, Indonesian Institute of The Art Yogyakarta (ISI), Yogyakarta, Indonesia

 

Selected Solo Exhibitions/Projects

2014      

“Perisai Putih Yang Belum Sudah”, BKDP, Yogyakarta, Indonesia

2013      

“This Is Not That”, Ruang Mes 56, Yogyakarta, Indonesia

2012      

“Ka’bah”, Ark Gallerie, Art Dubai | Marker, Dubai

”You See Half, You Get Half”, Ark Gallerie, Jakarta, Indonesia

Selected Group Exhibitions

2017

“ART|JOG|10: Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia

“Identity Crisis: Reflection on Public and Private Life in Contemporary Javanese Photography”, Herbert F. Johnson Museum of Art, Cornell University, United State of America.

2016

“Keren dan Beken”, Song Eun Art Space, Seoul, South Korea

ART|JOG|9 – Universal Influence”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia

Sapiens Free, OHD Museum, Magelang, Indonesia.

CONCEPT, CONTEXT, CONTESTATION, Ruang Mes 56, Yogyakarta, Indonesia.

Encounter, SEA+ Triennale 2016, National Gallery, Jakarta, Indonesia.

On The Stream, Third Kunming Biennale, Kunming, Yunnan, China.

Adzan, Vallensbaek Station, Vallensbaek, Copenhagen, Denmark.

2015

South East Asia Platform”, Singapore Art Stage 2015, Singapore

”Mom: Masker In De Kunst Van Nu”, Cbk Zuidoost, Amsterdam, Nethertland

”No Worries: Halal”, Galerie Vanessa Quang, Paris, France

ART|JOG|8 - Infinity in Flux”, Yogyakarta, Indonesia

”Alhamdulilah We Made It!” Oz Asia Festival, Artspace Gallery, Adelaide, Australia

”Duh Gusti!”, Projek Seni  Indonesia Berkabung, PKKH, Yogyakarta, Indonesia

“Jogja-Lagos: Changing Cities-Shifting Spaces”, Equator 3 Biennale Jogja Fringe Event

2014

“Mapping The Unmapped”, Indonesian and Japanese Art Show, Kyushu University Aqa Project Students, Fukuoka Asian Art Museum, Fukuoka, Japan

”The Other & Me, International Photography Exhibition”, Sharjah Art Museum, Sharjah, Uae

Aksara/Rupa, PPKH, Yogyakarta, Indonesia

”In | Out Source”, Amnua International Project, Art Museum of Nanjing University of The Arts, Nanjing, China

 

Awards

1998      

The Best Art Photography, Indonesia Institute of Arts, Yogyakarta

1997      

The best Black and White Photo Print, Record Media Faculty, Indonesia Institute of the Art Yogyakarta

Selected Residencies

2016

DIAS Kunsthal, Digital Interactive Art Space, Copenhagen, Denmark.

2009

Hedenkunst Van Nu, The Hague, The Netherlands 

South Project/ Monash, Melbourne, Australia

2008      

Cemeti Art House, Landing Soon #7, Yogyakarta, Indonesia

2006      

Short Wave, Cemeti Art Foundation, Residency at Indramayu, Indonesia


Representative by


Depiction of Pengantin Tissue (tampak belakang)

60 x 80 cm | Photography, mounted on alumunium

2013

Concept

Untuk beberapa karya saya, konsep karya merupakan karya itu sendiri. Dengan kata lain karya tersebut merupakan sebuah konsep. Demikian juga dengan Depiction of Pengantin Tissue—saya ingin menunjukkan konsep tentang bagaimana semestinya kita melihat sesuatu; dari berbagai sisi, dan berbagai sudut pandang. Meskipun hal ini juga akan membawa kita pada persepsi yang lain, upaya ini penting dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang objektif dan gambaran yang lebih utuh. Karya ini bicara tentang budaya patriarki. Peran dan posisi perempuan sangat penting dalam sebuah keluarga, namun figur perempuan seringkali hanya tampak sebagai pelengkap atau hiasan yang mendampingi figur lelaki.

 

For some of my works, the concept of work is the work itself. In other word, the work is the concept. That's what happens with the Depiction of the Bridal Tissue—I want to show the concept of how we're supposed to see something; from various sides, and different angles. While this may lead us to other perceptions, this effort is important to gain an objective understanding and a more complete picture. This work talks about patriarchal culture. Women's role and position are very important in a family, but yet oftentimes the figure of a woman seen as a complementary or an ornament that accompany male figure only.

Depiction of Pengantin Tissue (tampak lain)

60 x 80 cm | Photography, mounted on alumunium

2013

Concept

Untuk beberapa karya saya, konsep karya merupakan karya itu sendiri. Dengan kata lain karya tersebut merupakan sebuah konsep. Demikian juga dengan Depiction of Pengantin Tissue—saya ingin menunjukkan konsep tentang bagaimana semestinya kita melihat sesuatu; dari berbagai sisi, dan berbagai sudut pandang. Meskipun hal ini juga akan membawa kita pada persepsi yang lain, upaya ini penting dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang objektif dan gambaran yang lebih utuh. Karya ini bicara tentang budaya patriarki. Peran dan posisi perempuan sangat penting dalam sebuah keluarga, namun figur perempuan seringkali hanya tampak sebagai pelengkap atau hiasan yang mendampingi figur lelaki.

 

For some of my works, the concept of work is the work itself. In other word, the work is the concept. That's what happens with the Depiction of the Bridal Tissue—I want to show the concept of how we're supposed to see something; from various sides, and different angles. While this may lead us to other perceptions, this effort is important to gain an objective understanding and a more complete picture. This work talks about patriarchal culture. Women's role and position are very important in a family, but yet oftentimes the figure of a woman seen as a complementary or an ornament that accompany male figure only.

Depiction of Pengantin Tissue (tampak samping)

60 x 80 cm | Photography, mounted on alumunium

2013

Concept

Untuk beberapa karya saya, konsep karya merupakan karya itu sendiri. Dengan kata lain karya tersebut merupakan sebuah konsep. Demikian juga dengan Depiction of Pengantin Tissue—saya ingin menunjukkan konsep tentang bagaimana semestinya kita melihat sesuatu; dari berbagai sisi, dan berbagai sudut pandang. Meskipun hal ini juga akan membawa kita pada persepsi yang lain, upaya ini penting dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang objektif dan gambaran yang lebih utuh. Karya ini bicara tentang budaya patriarki. Peran dan posisi perempuan sangat penting dalam sebuah keluarga, namun figur perempuan seringkali hanya tampak sebagai pelengkap atau hiasan yang mendampingi figur lelaki.

 

For some of my works, the concept of work is the work itself. In other word, the work is the concept. That's what happens with the Depiction of the Bridal Tissue—I want to show the concept of how we're supposed to see something; from various sides, and different angles. While this may lead us to other perceptions, this effort is important to gain an objective understanding and a more complete picture. This work talks about patriarchal culture. Women's role and position are very important in a family, but yet oftentimes the figure of a woman seen as a complementary or an ornament that accompany male figure only.

Depiction of Pengantin Tissue (tidak tampak)

60 x 80 cm | Photography, mounted on alumunium

2013

Concept

Untuk beberapa karya saya, konsep karya merupakan karya itu sendiri. Dengan kata lain karya tersebut merupakan sebuah konsep. Demikian juga dengan Depiction of Pengantin Tissue—saya ingin menunjukkan konsep tentang bagaimana semestinya kita melihat sesuatu; dari berbagai sisi, dan berbagai sudut pandang. Meskipun hal ini juga akan membawa kita pada persepsi yang lain, upaya ini penting dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang objektif dan gambaran yang lebih utuh. Karya ini bicara tentang budaya patriarki. Peran dan posisi perempuan sangat penting dalam sebuah keluarga, namun figur perempuan seringkali hanya tampak sebagai pelengkap atau hiasan yang mendampingi figur lelaki.

 

For some of my works, the concept of work is the work itself. In other word, the work is the concept. That's what happens with the Depiction of the Bridal Tissue—I want to show the concept of how we're supposed to see something; from various sides, and different angles. While this may lead us to other perceptions, this effort is important to gain an objective understanding and a more complete picture. This work talks about patriarchal culture. Women's role and position are very important in a family, but yet oftentimes the figure of a woman seen as a complementary or an ornament that accompany male figure only.