Ronald Ventura

Born 1973, Manila, Philippines

Educational 
1993  
Painting, University of Sto. Tomas, Manila, Philippines

Selected Solo Exhibitions 
2017  
“Shadow Forest, Encounters and Explorations”, Metropolitan Museum of Manila, 
Philippines  
2016  
“Project: Finding Home”, Museum of Contemporary Arts, Taipei, Taiwan  
“Behind The Clouds”, The Drawing Room Contemporary Art, Philippines  
“Talisman”, Secret Fresh, Makati, Philippines 
“AnitoKristo”, Secret Fresh, Makati, Philippines 
“Recent Works”, Primae Noctis Art Gallery, Lugano, Switzerland  
2015  
“The Hunting Ground”, Primo Marella Gallery, Milan, Italy  

Selected Group Exhibitions 
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
2017  
“ARTJOG Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yoyakarta, Indonesia
“Mutable Truths: Perspective in Philippine Contemporary Art”, Sydney, Australia
2016  
“Wasak! Reloaded”, ARNDT Singapore 
“Art Fair Philippines”, The Link, Makati City, Philippines  
“Wasak! Filipino Art Today”, ARNDT Berlin, Germany
2015  
“Ronald Ventura Recent Works”, Art Taipei, World Trade Center Taipei, Taiwan  
 “Tie a string Around the World”, Venice Biennale, Venice, Italy 

Selected Awards& Citations 
2008  
Award of Excellence by the 8th OITA, Asian Sculpture Exhibition Open Competition 2008, Japan  
2007  
Artist in Residence, Artesan Gallery + Studio, Singapore  
2005 
Winner, ATENEO ART AWARDS & Recipient, Ateneo Art Gallery Studio  
Residency Grant, Sydney, Australia  

Human Study 01

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 02

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 03

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 04

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 05

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 06

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 07

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 08

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 09

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 10

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 11

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Human Study 12

36 x 24 cm | Graphite and oil on canvas on stainless steel

2017

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion. 

XXX

‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.

Waves

140 x 411.5 x 76 cm | Fiberglass, resin, wood, metal with video projection and sound

2016

Concept

Enlightenment hails empiricism and rationality as the bases from which human life should be understood and interpreted. In the reign of reason and free-thinking, the methods employed in science and the rules required by logic are emphasized and serve as guiding principles in establishing truths. These works on view reference the confluence of the scientific approach with art—two modes of thinking often contrasted—as well as the challenges towards the achievement of an enlightened future posed by the bondage of cult and traditional authority. 
The drawings mounted on clipboards mimic patient records—sheets containing notes and information drawn from meticulous observation and other clinical procedures. In the drawings, we find instead a series of studies documenting how the artist carefully explores and imagines possibilities with human as a subject in art, from accurately depicting its anatomy to morphing and disfiguring its form. Such rigorous, empirical approach represents the scientific aspect to art-making in which keen observation of life and heightened sensitivity to its unfolding becomes key requisites. Record-keeping as a systematic way of organizing information also figures prominently in the artist’s creative process. His adventurous juxtaposition and fusion of images culled from diverse, oftentimes disparate sources and aesthetic traditions, rests heavily on a vast archive he keeps of images encountered from art, books, mass media, and everyday experiences. Such extensive graphics knowledge stored in various formats, be it digital, print, or even purely mental or by memory, allows for an intense engagement and experimentation with the image. 
A dramatic installation consisting of a life-size boat with video projection alludes to the long and arduous process towards enlightenment and the struggle between competing poles—one representing the triumph of reason and free thinking while the other corresponds to the grip of dogma and the authority it exerts on society. As the boat keeps afloat over turbulent waters, it is pushed in opposite directions by the paddling figure on one end and the swimming figure on the other. Suspended in the middle of conflict as if in a tug-of-war, the installation depicts enlightenment as a work-in-progress; a prospect still awaiting the conclusion.

XXX
 
‘Pencerahan’ memuja empirisime dan rasionalitas sebagai dasar untuk memahami dan memaknai kehidupan manusia. Dalam kuasa akal dan kebebasan berpikir, metode-metode yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan aturan-aturan yang dibutuhkan oleh logika ditegaskan dan berfungsi sebagai prinsip-prinsip panduan dalam menegakkan kebenaran. Karya-karya ini menunjukkan rujukan titik temu pendekatan ilmiah dengan seni-dua model pemikiran yang sering bertolak belakang-dan juga tantangan-tantangan dalam pencapaian masa depan yang tercerahkan akibat ikatan kultus dan otoritas tradisional.
Gambar-gambar yang dipasang di clipboard mencoba meniru presentasi rekam medis pasien- lembaran-lembaran berisi catatan dan informasi yang didapat dari proses observasi yang sangat teliti dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam gambar akan kita temui serangkaian penelitian yang mencatat cara seniman menjelajah dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan dengan menempatkan manusia sebagai subyek dalam seni, dari menggambarkan anatominya secara akurat sampai mengubah dan merisak bentuknya. Pendekatan yang empiris dan teliti semacam itu mempresentasikan penerapan aspek keilmuan dalam proses pembuatan karya seni, di mana pengamatan kehidupan secara tajam dan peningkatan kepekaan atas proses yang berlangsung menjadi syarat utamanya. Penulisan hasil penelitian sebagai cara sistematis untuk menata informasi juga menjadi proses yang menonjol dalam proses kreatif seniman. Cara seniman melakukan jelajah melalui juktaposisi dan penggabungan imej-imej yang diambil dari beragam dan seringkali sumber-sumber dan tradisi-tradisi estetika yang berbeda, sangat bergantung pada arsip berjumlah sangat banyak tempatnya menyimpan imej-imej yang dia temui dari karya seni, buku, media massa dan pengalaman sehari-hari. Pengetahuan grafis yang sangat kaya seperti itu disimpan dalam berbagai format, baik digital, cetak atau bahkan ingatan, memungkinkan untuk sebuah pertautan yang intens dan proses eksperimentasi dengan imej.

Instalasi dramatis yang terdiri dari perahu dalam ukuran sebenarnya dengan proyeksi video yang menunjukkan proses panjang dan berliku menuju pencerahan dan pertarungan antara kutub-kutub yang saling bersaing-yang satu mewakili kemenangan akal dan kebebasan berpikir sementar yang lain mewakili cengkeraman dogma dan otoritas yang dipaksakan pada masyarakat. Saat perahu terus mengapung di atas perairan yang bergolak, ia didorong ke arah yang berlawanan oleh sosok yang mendayung di satu sisi dan sosok yang berenang di sisi lainnya. Tertangguhkan di tengah-tengah konflik seolah-olah dalam perlombaan tarik tambang, instalasi ini menggambarkan pencerahan sebagai kerja-yang-sedang-berlangsung; sebuah harapan yang masih menunggu keputusan.