Ronald Ventura

Ronald Ventura
Born in Manila, Philippines 1973

EDUCATION 
1993
B.F.A. Painting, University of Sto. Tomas, Manila.

SELECTED EXHIBITIONS 
2017
“SHADOW FOREST: Encounters and Exploration”, Metropolitan Museum of Manila, Manila, Philippines

2016
“Project: Finding Home”, MOCA Taipei, Taipei, Taiwan
“Behind the Clouds”, The Drawing Room, Manila, Philippines
“Ronald Ventura “Recent Works””, Primae Noctis Art Gallery, Lugano, Switzerland

2015
“The Hunting Ground”, Primo Marella Gallery, Milan, Italy

2014
“E.R. (Endless Resurrection)”, Tyler Rollins Fine Arts, New York, New York
“Bulul, Ronald Ventura and the traditional art of the Philippines”, Museo delle Culture, Lugano, Switzerland


SELECTED AWARDS AND CITATION
2008
Award of Excellence by the 8th OITA Asian Sculpture Exhibition Open Competition 2008, Japan 
2007
Artist in Residence, Artesan Gallery + Studio, Singapore
2005
Winner, ATENEO ART AWARDS
Recipient, Ateneo Art Gallery Studio
Residency Grant, Sydney, Australia

Beasty

183 x 122 cm | Digital print on hahnemuehle fine art papaer
1/8
2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Black Sheep

183 x 122 cm | Digital print on hahnemuehle fine art paper
1/8
2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Deco – Deconstruction

183 x 122 cm | Digital print on hahnemuehle fine art paper
2/8
2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Guardian

183 x 122 cm | Digital print on hahnemuehle fine art paper
1/8
2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Poison

183 x 122 cm | Digital print on hahnemuehle fine art paper
1/8
2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Anito Kristo

183 x 122 x 5 cm | Digital print on hahnemuehle fine art paper
1/1
2016

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Anito Kristo

183 x 122 x 5 cm | Digital print on hahnemuehle fine art paper
2/13
2016

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Anito Kristo

183 x 122 x 5 cm | Digital print on hahnemuehle fine art paper
1/1
2016

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Untitled

138 x 113 x 11 cm | Digital print on backlit film, light box

2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Untitled

138 x 113 x 11 cm | Digital print on backlit film, light box

2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Zoomanities Series

23 pieces, variable dimensions | Fiberglass, resin, metal, polyurethane paint

2008

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.

Shadow Series and Human Scaled

15 pieces, variable dimensions | Fiberglass, resin, metal, polyurethane paint

2008 - 2017

Concept

This gathering of forms and images centers on humanity's progress and achievements, and the questions that arise from reaching this commanding place amid the natural world and larger cosmos. Interrogating human nature and the commonly held view of the supremacy of human behavior and intellect, the human form is presented through various transformations and devices: as idealized representations on classical art, as hybrid creatures with animals features commonly encountered in mythology, as faceted icons in religious traditions, as fragments or relics, or as natural bodies merging with or deconstructed by geometric formations and machines reminiscent of sci-fi imagery.

These interventions are potent stimuli to open up a great depth of discussions on faith and technology as well as critique of aggression and atrocities of humankind's own creation. Images of beasts blending with the human figures, for instance, suggest savagery still lurking beneath the highly evolved and civilized human race, a tendency that been confirmed time and again by countless wars in human history.

 

Fokus dari kumpulan bentuk dan imej ini ada pada perkembangan dan capaian-capaian kemanusiaan, serta pertanyaan yang timbul akibat keberhasilan manusia mencapai posisi pemegang kuasa di antara alam dan kosmos yang lebih besar. Pilihan cara menyoal sifat alami manusia dan padangan mengenai supremasi tingkah laku dan intelektual manusia, dengan mempresentasikan sosok manusia dalam berbagai wujud dan perlengkapannya: sebagai representasi yang ideal sesuai seni klasik, sebagai makhluk campuran dengan corak binatang seperti yang sering kita jumpai di motologi, sebagai ikon dalam tradisi religi, sebagai fragmen atau pusaka, atau sebagai tubuh alami yang menyatu dengan atau diubah oleh bentuk-bentuk geometris dan mesin-mesin seperti di dalam imej-imej sci-fi. 

Intervensi-intervensi ini adalah stimulus potensial untuk membuka sebuah diskusi mendalam mengenai iman dan teknologi, sekaligus sebagai kritik atas agresi dan kekejaman ciptaan manusia itu itu sendiri. Imej-imej binatang yang menyatu dengan sosok manusia, misalnya, menyiratkan adanya kebiadaban yang diam menunggu saat yang tepat untuk menerkam di balik sosok umat manusia yang sudah berkembang sedemikian canggih dan beradab, sebuah kecenderungan yang secara terus menerus diamini dengan begitu banyaknya perang yang berlangsung dalam sejarah.