Kristian Hornsleth

born 1963, Edinburgh, Danish Citizen.

Selected Group Exhibitions
2017 
“ART|JOG|10: Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia

2015 
Metropolitan Gallery Hamburg

2012
"Painted Models", Fashion Week Sao Paulo", Kee Mod agency, November, info
"Freak Night and Deep Storage Project", with Flaming Lips, Oklahoma, October, info
"Deep Storage New York", White Box Manhattan, October, info
"Super Panic Light Box Show", Platinum Lace, London, March, info
"New Works", GG Gallery, London, May

2011 
3rd Annual Christmas Show, 20th Century Theatre, Notting HIll, London
"Great Love Will Come Again", Ralph Schriever Galerie, Cologne, Germany
"Dead Stars Litany", FB69 Gallery, Münster, Germany
Amsterdam Art Fair / FB69 Gallery Münster Germany
"Projects of Exploitation, Death and Eternity", GG Gallery, London
"The Hornsleth Morgan", Milano Design Week
Playtime Gallery and Bar, London, 2 February

2010 
"Lord Mayors Parade" London with Morgan car producers

Beyond Pollack and Back

200 x 300 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2015

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

Silver Black Journey

on canvas | 120 x 120 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker

2015

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

Searching I

150 x 150 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2015

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

Searching II

150 x 150 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2015

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

G.R.O.W.

200 x 200 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2015

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

Bird

100 x 80 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2017

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

Spin

140 x 140 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2015

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

Gold - Black

160 x 160 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2017

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.

Red - White

120 x 120 cm | Aerosol and marker, acrylic and marker on canvas

2017

Concept

My abstract paintings are showing concrete, non-figurative patterns. Through these paintings I try to deconstruct simulation. I attempt to apply real emotions into the paintings and try to implement the expressions for emotions as true emotions in contrast to the false needs created by the media.

I never intended to paint like this. The forms are what comes out when I let go. The shapes are like projections of the DNA of my way of drawing. Super subjective. This is also why the artistic language is so consistent. Any style so repetitively consistent cannot be emulated. Just me investigating the world through the process of being me. It begins with the ego of the artist and then it becomes public and for everyone.

 

Lukisan-lukisan abstrak saya menunjukkan pola-pola yang konkret, non-figuratif. Melalui lukisan-lukisan ini saya berusaha untuk mendekonstruksi simulasi. Saya mencoba menerapkan emosi-emosi yang nyata ke dalam lukisan dan berusaha menerapkan ungkapan emosi tersebut sebagai emosi yang sejati, yang berbeda dengan kebutuhan-kebutuhan palsu ciptaan media.

Saya tidak pernah berencana untuk melukis seperti ini. Bentuk-bentuk ini adalah yang muncul saat saya merelakannya. Wujud-wujud ini mirip dengan proyeksi DNA cara saya menggambar. Sangat subjektif. Dengan alasan inilah bahasa artistik menjadi sangat konsisten. Gaya apapun yang secara berulang-ulang konsisten tidak mungkin ditiru. Hanya saya yang sedang menyelidiki dunia melalui proses menjadi diri saya sendiri. Bermula dari ego seniman dan kemudian menjadi milik publik dan semua orang.