Gilang Fradika

Born October 10, 1988,  Majenang, Central Java, Indonesia

Selected Solo Exhibitions
2015
“A Long Way And Secret Garden”, DGTMB versus project, Yogyakarta, Indonesia

Selected Group Exhibition
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
2017
“ARTJOG Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“Gotak-Gatuk-Pethuk”, Gallery Raos Kota Batu, Malang, Indonesia
2016
“Art Expo Malaysia”, MATRADE Exhibition and Convention Centre (MECC), Kuala Lumpur, Malaysia
“Pameran besar seni rupa #4”, Taman Budaya Sulawesi Utara, Manado, Indonesia
“Nasi Campur”, Taksu Gallery, Bali, Indonesia
“Keep the Fire On #2”, SURVIVE! Garage, Yogyakarta, Indonesia
“Etching, Share, Fun”, Jogja Contemporary, Yogyakarta, Indonesia
“Rebel Behel”, Greenhost Hotel, Yogyakarta, Indonesia
“Etsa Project#1”, Asmara Art & Coffee Shop, Yogyakarta, Indonesia
2015
“Osmosis”, Taksu Gallery, Bali, Indonesia
“POSKAD SG50”, Gillman Barracks, Blk 7, Singapore
“Keep the Fire On”, SURVIVE! Garage, Yogyakarta, Indonesia

Award
2014
2nd place winner, Sketch Contest, Heritage Festival, Yogyakarta, Indonesia

Relics #1

200x175cm | Acrylic, spray paint, oil bar, medium gel on canvas

2018

Concept

We're built from the memories inside us. We don't really know why they are there and where they hide. We humans are so diligent in looking after, picking which one is comfortable enough for us to recall and letting the bad ones stored inside the drawers of the obsolete table or if we can, we would love to destroy them, so they won't bother us again. Sometimes all we can do is making peace with the past. Life definitely would go on, but the beauty and the bad memory of the past won't go away easily; it spreads and keeps growing inside. Sometimes our brain gets hot and some of those memories would slowly evaporate. Yet, each one of those memories has its own respective message.

XXX

Kita dibangun oleh kenangan-kenangan yang berasal dari dalam diri kita. Kenangan yang kita sendiri tidak tahu mengapa ia hadir dan di mana ia dapat bersembunyi.  Kita adalah manusia-manusia yang rajin merawat kenangan, memilah mana yang bisa dan nyaman untuk kita panggil kembali dan membiarkan kenangan buruk tetap tersimpan di laci-laci meja usang atau jika bisa kita enyahkan saja agar tak mengganggu. Terkadang yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan masa lalu. Hidup memang akan terus berjalan, tapi rajutan kenangan masa lalu yang indah dan buruk itu tidak bisa hilang dengan mudah ia menjalar dan terus tumbuh di dalam. Terkadang otak akan memanas dan ingatan itu bisa menguap pelan-pelan. Dan setiap kenangan memiliki pesannya sendiri.

Relics#2

200x175cm | Acrylic, spray paint, oil bar, medium gel on canvas

2018

Concept

We're built from the memories inside us. We don't really know why they are there and where they hide. We humans are so diligent in looking after, picking which one is comfortable enough for us to recall and letting the bad ones stored inside the drawers of the obsolete table or if we can, we would love to destroy them, so they won't bother us again. Sometimes all we can do is making peace with the past. Life definitely would go on, but the beauty and the bad memory of the past won't go away easily; it spreads and keeps growing inside. Sometimes our brain gets hot and some of those memories would slowly evaporate. Yet, each one of those memories has its own respective message.

XXX

Kita dibangun oleh kenangan-kenangan yang berasal dari dalam diri kita. Kenangan yang kita sendiri tidak tahu mengapa ia hadir dan di mana ia dapat bersembunyi.  Kita adalah manusia-manusia yang rajin merawat kenangan, memilah mana yang bisa dan nyaman untuk kita panggil kembali dan membiarkan kenangan buruk tetap tersimpan di laci-laci meja usang atau jika bisa kita enyahkan saja agar tak mengganggu. Terkadang yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan masa lalu. Hidup memang akan terus berjalan, tapi rajutan kenangan masa lalu yang indah dan buruk itu tidak bisa hilang dengan mudah ia menjalar dan terus tumbuh di dalam. Terkadang otak akan memanas dan ingatan itu bisa menguap pelan-pelan. Dan setiap kenangan memiliki pesannya sendiri.