MULYANA MOGUS (COMMISSIONED ARTIST)


Born 1984, Bandung, Indonesia

Education
2005
Fine Arts Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
2004-2005
Management of Islamic Financial Institutions, Institut Studi Islam Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

Selected Solo Exhibitions
2012 
“Mogus World”, Galeri Gerilya, Bandung and Kedai Kebun Forum, Yogyakarta, Indonesia
2007
“Time After Time”, Niagara Sarang Setan, Bandung, Indonesia

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
2017
“ARTJOG Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“Biennale Jogja 4 Equator”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
2016
“Imaginarium : Over The Ocean, Under The Sea”, Singapore Art Museum, Singapura
“Artstage Singapore”, Artporters, Singapore
2015
“Let Me Know You More”, Chandan Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia
2014
“Bandung New Emergence”, Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Indonesia
“4 Artists of Nafas Residensi”, Yogyakarta, and Kuala Lumpur, Malaysia



Sea Monster

Variable Dimension | Wool yarn, acrylic yarn, polyester yarn, Dacron, fabric
2018


Konsep Karya
Humans are complicated beast, the monster said How can a queen be both a good witch and a bad witch? How can a prince be a murderer and savior? How can a person be wrong-thinking but good hearted ? How can invisible men make themselves more lonely by being seen? This Sea Monster is our interpretation of Mulyana’s Sea Remembers work Artwork by Mulyana Mogus & Ratna Djuwita Performed by Pebri Irawan

Manusia adalah makhluk buas yang rumit, kata sang monster Bagaimana bisa seorang ratu menjadi penyihir yang baik namun juga jahat? Bagaimana bisa seorang pangeran menjadi pembunuh sekaligus penyelamat? Bagaimana bisa seseorang yang berpikiran jahat memiliki hati yang baik? Bagaimana bisa mereka yang tak dapat dilihat malah menjadi lebih kesepian ketika mereka dapat dilihat? Sea Monster (Monster Laut) ini merupakan interpretasi dari karya Sea Remembers oleh Mulyana. Karya oleh Mulyana Mogus & Ratna Djuwita Performance oleh Pebri Irawan

Sea Remembers

Variable dimensions | Wool yarn, acrylic yarn, polyester yarn, fiber, dacron, resin, welded wire mesh and felt fabric
2018


Konsep Karya
Mulyana Mogus Collective
Mogus House Workshop:
Dian Fidianingrum, Ari Novita, Kusmini, Laurensia Tanesi Lalong, Maimunah Retno Aviena, Trisna Muchtar Hakiki, Bambang Novri Setiawan, Intan Ratna Suci, Palupi Sri Kinkin
Sorogenen Workshop:
Ngatijah, Sukini, Sri Satuminingsih, Nunuk Hidayati, Etik Haryati, Marathus Sholeha
Evi Rofiyati, Joko Heru Triguntoro
Coral-Chrocheting Participants:
Anita Purbaningsih, Aning Ratmaningsih, Alfi Sulistyowati, Anti, Bernadetta Lucia Setyawati Wardhani, Bernadeta Pudyas, Dwiani, Eva, Endang Dasa Yekti, Eni, Fitri Nugraheni, Fiet Purnama, Hermawan, Handoko, Heni, Hendarti, Happy Oktavia, Inge Khanti Dewi, Ima, Ida Djoehman, Ida, Jemi, Juan, Kamsitin, Kelompok Rintisan Usaha Rajutan Notosura, Komunitas I Love Crochet Jogjakarta, Kukilo R Cendrawasih, Mphie Crochet, Maria M. Indarti, Maryati Sumarni, Meyni, Nunuk, Norita, Nenok Sri Karwati, Ning Djumadirah, Pipit Sri Rezeki, Parni, Prastiwi Heni, Reistia Andana Sari, Rina Wati, Stella Sukamdani, Siti, S Noferina Ambarwati SE, Tri Hastuti, Titik, Tini, Trie, Tutik, Wiwiek Ambar Lina, Watih, Yati, Yaya, Yati D, Yuli Lestari, Yuni Setyasih, Yuli Astuti, Yuyuk Aminah, Zulfidah, Zifia
May forgetting make us remember of how imperfect creatures we are.
The power of humans will never be able to compete with entrusted and appointed imperfections. 
If the land numbs you, remember the sea.
As the sea is part of us and also of the universe.
And that His light is able to guides us into the future.


Biarlah lupa menjadi pengingat bahwa kita makhluk tak sempurna.
Kuasa manusia tidak akan mampu menandingi kelemahan yang dititipkan dan ditetapkan.
Jika daratan membuatmu terlena, ingatlah lautan.
Bukankah dia bagian dari kita dan juga alam semesta.
Dan cahaya-Nya lah  yang mampu mengantarkan kita ke masa depan.