Kexin Zhang


Born 1957, Harbin, China

Education
1982
Art Department of Harbin’s Pedagogical University

Selected Solo Exhibitions
2017
“The Kite”, Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, Indonesia
“My Three Kingdoms”, Warren Art Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia
2016
“Dialogue with OHD”, OHD Museum, Magelang, Indonesia
“Asia Mirror”, Duo Art Exhibition by Chinese & Thai Artists, Hof Art Space, Bangkok, Thailand
2015
”The City of Lonely Island, The Birds”, Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, Indonesia

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“YAA #3-2018 + Special Project: POSITIONING”, Sangkring Art Space, Yogyakarta, Indonesia
“Abstract Party”, Limanjawi Art House, Borobudur, Indonesia
2017
“Art Way ASEAN Way, Contemporary Exhibition”, Songkla Art Center, Songkla, Thailand
2015
“Inward Gazes: Documentaries of Chinese Performance Art 2015”, Macao Museum of Art, Macao
“Innovatively Transformed Folk Arts”, Jinshuku, Originality Square, 798 Art Zone, Beijing, China
“Convergence”, The National Gallery of Thailand, Bangkok, Thailand



Free to Soar (Installation)

Variable dimensions | Mixed media including wood, acrylic and ink on fabric
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Dragon Kite (Installation)

Variable dimensions | Mixed media including century-old house beam, mannequin, wood, acrylic, and ink on fabric
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.


The Kite

13:07 min | Video
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Borobudur, Indonesia No.4

50x75 cm | Photo
ed 2/8
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Cheng Hoon Teng Temple, Malacca, Malaysia

50x75 cm | Photo
ed 2/8
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Flying with You (Painting)

90x92 cm | Acrylic and ink on silk
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Lasem (Painting)

92x63 cm | Acrylic and ink on silk
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Lasem, Indonesia, No.4

50x75 cm | Photo
ed 2/8
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Pondok Pesantren Kauman, Lasem, Indonesia, No. 3

50x75 cm | Photo
ed 2/8
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”. The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.

Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang. "Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Sam Poo Kong Temple, Semarang, Indonesia, No.2

50x75 cm | Photo
ed 2/8
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, The Mobile Museum (Painting)

92x62 cm | Acrylic and ink on silk
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Tjoe An Kiong Temple, Lasem, Indonesia

50x75 cm | Photo
ed 2/8
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.

The Kite, Wat Phanancheong, Ayutthaya, Thailand No.2

50x75 cm | Photo
ed 2/8
2017


Konsep Karya
I innovated three sets of “Kite” by adapting the style of a traditional Chinese kite. Its artistic style has its own characteristic. The three styles are namely: “New Bird-style Kite”, “New Butterfly Kite”, and “New Leading Centipede Kite”. The first two are created in the style of traditional Chinese kite which consists of ‘hard wings’ and ‘soft wings’. I wear the two “Kite Clothing” for my art performance. My body becomes the bones of the kite. The latter style belongs to the most advanced “string kite” in Chinese classical kites. I rebuilt the original classic style so that the “leading” as the part of the kite clothes, and the centipede part is drawn by my freehand brushwork, “eight round kites” is tied together with the other three kites which are lined equidistantly, then it becomes “Kexin Zhang’s mobile art museum”.
The "Kite" symbolizes the freedom and beauty of human beings and flies with the strength of human civilization. The Kite brings people trapped in the dark into the light.


Saya mengembangkan tiga set karya "Kite" (Layang-layang) ini dengan mengadaptasi gaya layang-layang Cina tradisional. Secara artistik, gaya Cina mempunyai karakternya tersendiri. Tiga gaya tersebut saya beri nama: "New Bird-style Kite", "New Butterfly Kite", dan "New Leading Centipede Kite". Karya pertama dan kedua, saya ciptakan seturut gaya layang tradisional Cina yang terdiri dari 'hard wings' dan 'soft wings'. Saya mengenakan dua "Kite Clothing" untuk karya performance art saya. Tubuh saya berubah menjadi rangka layang-layang. Untuk gaya yang terakhir termasuk dalam gaya yang "string kite" (layang-layang benang) paling mutakhir dalam layang-layang klasik Cina. Saya menyusun ulang model klasik orisinil, agar bagian "leading" (kepala) sebagai bagian dari pakaian layang-layang, dan bagian ekornya saya gambari menggunakan gaya tradisional Cina, "eight round kites" (delapan layang-layang bundar)" diikat dengan tiga layang-layang lainnya yang berjajar dalam jarak yang sama, jadilah museum seni bergerak Kexin Zhang.
"Kite" (layang-layang) melambangkan kebebasan dan keindahan manusia, dan mampu terbang karena peradaban umat manusia. "Kite" menggiring orang-orang yang terperangkap dalam kegelapan menuju terang.