Hiromi Tango


Born 1976, Japan

Education
1998
Arts (Humanity and Culture of Arts), Japan Women’s University, Tokyo, Japan

Selected Solo Exhibitions
2018
“Healing Garden”, The Sheikha Manal Little Artists Program, Art Dubai, Dubai, UAE
“Chromosomes”, Sullivan Strumpf, Singapore
2017
“Searching For My Heart / Found My Heart”, Temporal Public Artwork, Brisbane City Council, Queensland, Australia
“Healing Chromosomes”, Sullivan+Strumpf, Sydney, Australia
2015
“Art Magic Climbing Tree”, Cairns Regional Gallery, Cairns, Australia
“Art Magic Remnant”, Lismore Regional Gallery, Lismore, Australia
“Fluorescence”, Sullivan+Strumpf, Sydney, Australia

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“Tarrawarra Biennial 2018: From Will To Form(Upcoming)”, Tarrawarra Museum of Art, Australia
“ARTJOG: Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“Tactile (Upcoming)”, Penrith Regional Gallery, Australia
“Red Moon”, Sullivan Strumpf, Sydney, Australia
2017
“Tracks and Traces: Contemporary Australian Art”, The Negev Museum of Art, Be’er Sheva , Israel
“Josephine Ulrick and Win Schubet Photography Award 2017 Finalist Exhibition”, Gold Coast Art Gallery, Queensland, Australia
“Eco-Anxiety - Holding a Deep Breath”, The Japan Foundation, Sydney, Australia
“Ecstasy: Baroque and Beyond”, University of Queensland Art Museum, Australia
“Kid Contemporary, Sydney Contemporary”, Carriageworks, Sydney, Australia
“Glenfiddich Artists in Residence Prize”, Sydney Contemporary, Carriageworks, Sydney, Australia
“Art Stage Jakarta”, Jakarta, Indonesia
“Imaginarium: To The Ends of the Earth”, Singapore Art Museum, Singapore
“ARTJOG Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“Asia-Pacific Triennial of Performing Arts: Body And Cloth: Performing Textiles”, Australia Tapestry Workshop, Melbourne, Australia
“Art Stage Singapore 2017”, Sullivan+Strumpf, Singapore
2016
“2017 NSW Visual Artist Fellowship Shortlist”, Artbank, Sydney, Australia
“2016 Fisher's Ghost Art Award”, Campbelltown Arts Centre, Australia
“William & Winifred Bowness Photography Prize”, Monash Gallery of Art, Australia
“Art Stage Jakarta”, Jakarta, Indonesia
“Arrival”, Sullivan Strumpf, Singapore
“Magic Object, 2016 Adelaide Biennial of Australian Art”, Art Gallery of South Australia
“Group Exhibition”, Sullivan+Strumpf, Sydney, Australia
“Art Stage Singapore 2016”, Singapore



Healing Garden (Bloom)

d. 50 cm | Neon, textile, moving light
2018


Konsep Karya
Healing Garden (Yogyakarta) is part of a new series of community-engagement projects by Hiromi Tango that focuses on creating safe, nurturing spaces that encourage creative expression and emotional transformation. Members of the community are warmly invited to take part in this participatory installation and performance at ARTJOG.  
 
Japanese-Australian artist Hiromi Tango's work spans installation, sculpture, performance, and photography, and is focused on generating healing conversations through arts engagement. Since 2009, Hiromi has worked with many communities to create spaces that encourage participants and audiences to slow down, unpack their thoughts and feelings, and perhaps lighten their spirits along the way. The art-making processes, such as creating crepe papers flowers, have been shown to contribute to well-being in many ways. For example, simple, meditative tasks such as folding, sorting, wrapping, and categorizing by color, have been shown to contribute to our sense of well-being, and to reduce feelings of anxiety and depression. 
 
In a recent essay on the Healing Garden projects, Dr. Patricia Jungfer noted that “Art can be a transformative experience for the creator of the work and the observer. In her previous projects, Hiromi has explored the interface between nature and nurture, neural science, neuroplasticity, genetics, the cognitive impact of color on emotions such as depression and anxiety. “Healing Garden” continues this creative journey.” 
 
Healing Garden (Yogyakarta) at ARTJOG has been inspired by local plants and flowers - including the rose, jasmine, amaryllis, and kenanga - each of which has healing and nurturing properties. The amaryllis, for example, is used in traditional medicine as cancer and wound treatment. Roses are renowned for their sweet aroma, and the oil has many health benefits for the skin and nervous system. Likewise, jasmine is treasured for its fragrance, and its tea for health benefits that extend from helping to lower blood pressure and cholesterol, to strengthening the immune system.   Kenanga is used widely in traditional medicine, for everything from a headache and anxiety attacks to the treatment of respiratory illness. 
 
Colour also plays an important role in how gardens can make you feel. For instance, the distinctive orange of the amaryllis is energizing and often associated with courage and determination.  The deep pink rose makes us think of tenderness and love, while the white of jasmine is often associated with light, innocence, and purity. The green kenanga flower (ylang-ylang), is calming and evokes feelings of wellness associated with being close to nature.
The workshops, installation project, and performance will provide hands-on opportunities for members of the public to engage in the project.   Healing Garden will continue to grow over the course of the exhibition, and at the end of the exhibition, the flowers will be shared back to the community.  
Which flowers will you use to create your healing garden? 


Healing Garden (Yogyakarta) adalah bagian dari seri proyek partisipatif karya Hiromi Tango yang berfokus pada penciptaan ruang-ruang perlindungan yang aman, yang mendorong ekspresi kreatif dan transformasi emosi. Para pengunjung diundang untuk turut serta dalam instalasi dan performance partisipatoris di ARTJOG ini.
Karya-karya Hiromi Tango, seniman berkebangsaan Jepang-Australia, terdiri dari instalasi, patung, performance dan fotografi, dan berfokus pada penciptaan komunikasi penyembuhan melalui seni partisipatoris. Sejak 2009, Hiromi telah berkarya dengan berbagai komunitas untuk menyusun ruang-ruang yang mendorong para partisipan dan audiens memperlambat ritme, membongkar pikiran dan perasaan mereka, dan barangkali membuat terang spirit mereka dalam prosesnya. Proses pembuatan-karya, seperti membuat bunga dari kertas krep misalnya, terbukti telah membantu proses berbagai pemulihanan kondisi. Misalnya, aktivitas-aktivitas meditative yang sederhana seperti melipat, memilih, membungkus dan memilah berdasarkan warna, terbukti telah membantu proses pemulihan kondisi, dan mengurangi perasaan cemas serta depresi.
Dalam esai terbarunya mengenai proyek the Healing Project, Dr. Patricia Jungfer mencatat bahwa, “Seni mampu menjadi pengalaman transformatif bagi pembuat maupun penikmat karya. Dalam proyek-proyek sebelumnya, Hiromi telah melakukan eksplorasi mengenai antarmuka antara alam dan perawatan, ilmu saraf, neuroplastisitas, genetic, dan pengaruh warna secara kognitif terhadap emosi seperti depresi dan kecemasan. “Healing Garden” adalah kelanjutan dari perjalanan kreatif ini.”
Healing Garden (Yogyakarta) di ARTJOG mengambil inspirasi dari tanaman dan bunga setempat—termasuk mawar, melati, amarilis dan kenanga—masing-masing dari bunga tersebut mempunyai khasiat penyembuhan dan perawatan. Amarilis, misalnya, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker dan luka. Mawar, dikenal karena aromanya yang harum, dan minyaknya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dari menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sampai memperkuat sistem pertahanan tubuh. Kenanga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk banyak hal, mulai dari mengobati sakit kepala dan serangan kecemasan, sampai dengan merawat gangguan pernapasan.
Pada karya taman ini, warna mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perasaan kita. MIsalnya, warna oranye khas amarilis membuat kita bersemangat, dan sering dikaitkan dengan keberanian dan kebulatan tekad. Warna merah muda bunga mawar membuat kita berpikir tentang kelembutan dan cinta, sementara warna putih bunga melati sering dikaitkan dengan cahaya, kepolosan dan kesucian. HIjaunya bunga kenanga (ylang-ylang) menenangkan, dan membangkitkan perasaan kesehatan lahir dan batin, yang sering dikaitkan dengan posisi dekat dengan alam.
Lokakarya, proyek instalasi dan performance ini akan menyajikan kesempatan langsung bagi para pengunjung pameran untuk terlibat dengan proyek ini. Healing Garden akan terus tumbuh selama pameran berlangsung, dan di akhir pameran, bunga-bunga itu akan dibagikan kembali pada masyarakat.
Bunga jenis apakah yang Anda pilih untuk membuat taman penyembuhan Anda?

Healing Garden (Full Moon)

d. 50 cm | Rainbow colours, LED light, moving light
2018


Konsep Karya
Healing Garden (Yogyakarta) is part of a new series of community-engagement projects by Hiromi Tango that focuses on creating safe, nurturing spaces that encourage creative expression and emotional transformation. Members of the community are warmly invited to take part in this participatory installation and performance at ARTJOG.  
 
Japanese-Australian artist Hiromi Tango's work spans installation, sculpture, performance, and photography, and is focused on generating healing conversations through arts engagement. Since 2009, Hiromi has worked with many communities to create spaces that encourage participants and audiences to slow down, unpack their thoughts and feelings, and perhaps lighten their spirits along the way. The art-making processes, such as creating crepe papers flowers, have been shown to contribute to well-being in many ways. For example, simple, meditative tasks such as folding, sorting, wrapping, and categorizing by color, have been shown to contribute to our sense of well-being, and to reduce feelings of anxiety and depression. 
 
In a recent essay on the Healing Garden projects, Dr. Patricia Jungfer noted that “Art can be a transformative experience for the creator of the work and the observer. In her previous projects, Hiromi has explored the interface between nature and nurture, neural science, neuroplasticity, genetics, the cognitive impact of color on emotions such as depression and anxiety. “Healing Garden” continues this creative journey.” 
 
Healing Garden (Yogyakarta) at ARTJOG has been inspired by local plants and flowers - including the rose, jasmine, amaryllis, and kenanga - each of which has healing and nurturing properties. The amaryllis, for example, is used in traditional medicine as cancer and wound treatment. Roses are renowned for their sweet aroma, and the oil has many health benefits for the skin and nervous system. Likewise, jasmine is treasured for its fragrance, and its tea for health benefits that extend from helping to lower blood pressure and cholesterol, to strengthening the immune system.   Kenanga is used widely in traditional medicine, for everything from a headache and anxiety attacks to the treatment of respiratory illness. 
 
Colour also plays an important role in how gardens can make you feel. For instance, the distinctive orange of the amaryllis is energizing and often associated with courage and determination.  The deep pink rose makes us think of tenderness and love, while the white of jasmine is often associated with light, innocence, and purity. The green kenanga flower (ylang-ylang), is calming and evokes feelings of wellness associated with being close to nature.
The workshops, installation project, and performance will provide hands-on opportunities for members of the public to engage in the project.   Healing Garden will continue to grow over the course of the exhibition, and at the end of the exhibition, the flowers will be shared back to the community.  
Which flowers will you use to create your healing garden? 


Healing Garden (Yogyakarta) adalah bagian dari seri proyek partisipatif karya Hiromi Tango yang berfokus pada penciptaan ruang-ruang perlindungan yang aman, yang mendorong ekspresi kreatif dan transformasi emosi. Para pengunjung diundang untuk turut serta dalam instalasi dan performance partisipatoris di ARTJOG ini.
Karya-karya Hiromi Tango, seniman berkebangsaan Jepang-Australia, terdiri dari instalasi, patung, performance dan fotografi, dan berfokus pada penciptaan komunikasi penyembuhan melalui seni partisipatoris. Sejak 2009, Hiromi telah berkarya dengan berbagai komunitas untuk menyusun ruang-ruang yang mendorong para partisipan dan audiens memperlambat ritme, membongkar pikiran dan perasaan mereka, dan barangkali membuat terang spirit mereka dalam prosesnya. Proses pembuatan-karya, seperti membuat bunga dari kertas krep misalnya, terbukti telah membantu proses berbagai pemulihanan kondisi. Misalnya, aktivitas-aktivitas meditative yang sederhana seperti melipat, memilih, membungkus dan memilah berdasarkan warna, terbukti telah membantu proses pemulihan kondisi, dan mengurangi perasaan cemas serta depresi.
Dalam esai terbarunya mengenai proyek the Healing Project, Dr. Patricia Jungfer mencatat bahwa, “Seni mampu menjadi pengalaman transformatif bagi pembuat maupun penikmat karya. Dalam proyek-proyek sebelumnya, Hiromi telah melakukan eksplorasi mengenai antarmuka antara alam dan perawatan, ilmu saraf, neuroplastisitas, genetic, dan pengaruh warna secara kognitif terhadap emosi seperti depresi dan kecemasan. “Healing Garden” adalah kelanjutan dari perjalanan kreatif ini.”
Healing Garden (Yogyakarta) di ARTJOG mengambil inspirasi dari tanaman dan bunga setempat—termasuk mawar, melati, amarilis dan kenanga—masing-masing dari bunga tersebut mempunyai khasiat penyembuhan dan perawatan. Amarilis, misalnya, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker dan luka. Mawar, dikenal karena aromanya yang harum, dan minyaknya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dari menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sampai memperkuat sistem pertahanan tubuh. Kenanga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk banyak hal, mulai dari mengobati sakit kepala dan serangan kecemasan, sampai dengan merawat gangguan pernapasan.
Pada karya taman ini, warna mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perasaan kita. MIsalnya, warna oranye khas amarilis membuat kita bersemangat, dan sering dikaitkan dengan keberanian dan kebulatan tekad. Warna merah muda bunga mawar membuat kita berpikir tentang kelembutan dan cinta, sementara warna putih bunga melati sering dikaitkan dengan cahaya, kepolosan dan kesucian. HIjaunya bunga kenanga (ylang-ylang) menenangkan, dan membangkitkan perasaan kesehatan lahir dan batin, yang sering dikaitkan dengan posisi dekat dengan alam.
Lokakarya, proyek instalasi dan performance ini akan menyajikan kesempatan langsung bagi para pengunjung pameran untuk terlibat dengan proyek ini. Healing Garden akan terus tumbuh selama pameran berlangsung, dan di akhir pameran, bunga-bunga itu akan dibagikan kembali pada masyarakat.
Bunga jenis apakah yang Anda pilih untuk membuat taman penyembuhan Anda?

Healing Garden (Gene)

50 x 80 x 15 cm | Tear shape neon artwork ( Yellow neon)
2018


Konsep Karya
Healing Garden (Yogyakarta) is part of a new series of community-engagement projects by Hiromi Tango that focuses on creating safe, nurturing spaces that encourage creative expression and emotional transformation. Members of the community are warmly invited to take part in this participatory installation and performance at ARTJOG.  
 
Japanese-Australian artist Hiromi Tango's work spans installation, sculpture, performance, and photography, and is focused on generating healing conversations through arts engagement. Since 2009, Hiromi has worked with many communities to create spaces that encourage participants and audiences to slow down, unpack their thoughts and feelings, and perhaps lighten their spirits along the way. The art-making processes, such as creating crepe papers flowers, have been shown to contribute to well-being in many ways. For example, simple, meditative tasks such as folding, sorting, wrapping, and categorizing by color, have been shown to contribute to our sense of well-being, and to reduce feelings of anxiety and depression. 
 
In a recent essay on the Healing Garden projects, Dr. Patricia Jungfer noted that “Art can be a transformative experience for the creator of the work and the observer. In her previous projects, Hiromi has explored the interface between nature and nurture, neural science, neuroplasticity, genetics, the cognitive impact of color on emotions such as depression and anxiety. “Healing Garden” continues this creative journey.” 
 
Healing Garden (Yogyakarta) at ARTJOG has been inspired by local plants and flowers - including the rose, jasmine, amaryllis, and kenanga - each of which has healing and nurturing properties. The amaryllis, for example, is used in traditional medicine as cancer and wound treatment. Roses are renowned for their sweet aroma, and the oil has many health benefits for the skin and nervous system. Likewise, jasmine is treasured for its fragrance, and its tea for health benefits that extend from helping to lower blood pressure and cholesterol, to strengthening the immune system.   Kenanga is used widely in traditional medicine, for everything from a headache and anxiety attacks to the treatment of respiratory illness. 
 
Colour also plays an important role in how gardens can make you feel. For instance, the distinctive orange of the amaryllis is energizing and often associated with courage and determination.  The deep pink rose makes us think of tenderness and love, while the white of jasmine is often associated with light, innocence, and purity. The green kenanga flower (ylang-ylang), is calming and evokes feelings of wellness associated with being close to nature.
The workshops, installation project, and performance will provide hands-on opportunities for members of the public to engage in the project.   Healing Garden will continue to grow over the course of the exhibition, and at the end of the exhibition, the flowers will be shared back to the community.  
Which flowers will you use to create your healing garden? 


Healing Garden (Yogyakarta) adalah bagian dari seri proyek partisipatif karya Hiromi Tango yang berfokus pada penciptaan ruang-ruang perlindungan yang aman, yang mendorong ekspresi kreatif dan transformasi emosi. Para pengunjung diundang untuk turut serta dalam instalasi dan performance partisipatoris di ARTJOG ini.
Karya-karya Hiromi Tango, seniman berkebangsaan Jepang-Australia, terdiri dari instalasi, patung, performance dan fotografi, dan berfokus pada penciptaan komunikasi penyembuhan melalui seni partisipatoris. Sejak 2009, Hiromi telah berkarya dengan berbagai komunitas untuk menyusun ruang-ruang yang mendorong para partisipan dan audiens memperlambat ritme, membongkar pikiran dan perasaan mereka, dan barangkali membuat terang spirit mereka dalam prosesnya. Proses pembuatan-karya, seperti membuat bunga dari kertas krep misalnya, terbukti telah membantu proses berbagai pemulihanan kondisi. Misalnya, aktivitas-aktivitas meditative yang sederhana seperti melipat, memilih, membungkus dan memilah berdasarkan warna, terbukti telah membantu proses pemulihan kondisi, dan mengurangi perasaan cemas serta depresi.
Dalam esai terbarunya mengenai proyek the Healing Project, Dr. Patricia Jungfer mencatat bahwa, “Seni mampu menjadi pengalaman transformatif bagi pembuat maupun penikmat karya. Dalam proyek-proyek sebelumnya, Hiromi telah melakukan eksplorasi mengenai antarmuka antara alam dan perawatan, ilmu saraf, neuroplastisitas, genetic, dan pengaruh warna secara kognitif terhadap emosi seperti depresi dan kecemasan. “Healing Garden” adalah kelanjutan dari perjalanan kreatif ini.”
Healing Garden (Yogyakarta) di ARTJOG mengambil inspirasi dari tanaman dan bunga setempat—termasuk mawar, melati, amarilis dan kenanga—masing-masing dari bunga tersebut mempunyai khasiat penyembuhan dan perawatan. Amarilis, misalnya, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker dan luka. Mawar, dikenal karena aromanya yang harum, dan minyaknya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dari menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sampai memperkuat sistem pertahanan tubuh. Kenanga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk banyak hal, mulai dari mengobati sakit kepala dan serangan kecemasan, sampai dengan merawat gangguan pernapasan.
Pada karya taman ini, warna mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perasaan kita. MIsalnya, warna oranye khas amarilis membuat kita bersemangat, dan sering dikaitkan dengan keberanian dan kebulatan tekad. Warna merah muda bunga mawar membuat kita berpikir tentang kelembutan dan cinta, sementara warna putih bunga melati sering dikaitkan dengan cahaya, kepolosan dan kesucian. HIjaunya bunga kenanga (ylang-ylang) menenangkan, dan membangkitkan perasaan kesehatan lahir dan batin, yang sering dikaitkan dengan posisi dekat dengan alam.
Lokakarya, proyek instalasi dan performance ini akan menyajikan kesempatan langsung bagi para pengunjung pameran untuk terlibat dengan proyek ini. Healing Garden akan terus tumbuh selama pameran berlangsung, dan di akhir pameran, bunga-bunga itu akan dibagikan kembali pada masyarakat.
Bunga jenis apakah yang Anda pilih untuk membuat taman penyembuhan Anda?

Healing Garden (Mum)

50 x 80 x 15 cm | Tear shape neon artwork ( Green neon)
2018


Konsep Karya
Healing Garden (Yogyakarta) is part of a new series of community-engagement projects by Hiromi Tango that focuses on creating safe, nurturing spaces that encourage creative expression and emotional transformation. Members of the community are warmly invited to take part in this participatory installation and performance at ARTJOG.  
 
Japanese-Australian artist Hiromi Tango's work spans installation, sculpture, performance, and photography, and is focused on generating healing conversations through arts engagement. Since 2009, Hiromi has worked with many communities to create spaces that encourage participants and audiences to slow down, unpack their thoughts and feelings, and perhaps lighten their spirits along the way. The art-making processes, such as creating crepe papers flowers, have been shown to contribute to well-being in many ways. For example, simple, meditative tasks such as folding, sorting, wrapping, and categorizing by color, have been shown to contribute to our sense of well-being, and to reduce feelings of anxiety and depression. 
 
In a recent essay on the Healing Garden projects, Dr. Patricia Jungfer noted that “Art can be a transformative experience for the creator of the work and the observer. In her previous projects, Hiromi has explored the interface between nature and nurture, neural science, neuroplasticity, genetics, the cognitive impact of color on emotions such as depression and anxiety. “Healing Garden” continues this creative journey.” 
 
Healing Garden (Yogyakarta) at ARTJOG has been inspired by local plants and flowers - including the rose, jasmine, amaryllis, and kenanga - each of which has healing and nurturing properties. The amaryllis, for example, is used in traditional medicine as cancer and wound treatment. Roses are renowned for their sweet aroma, and the oil has many health benefits for the skin and nervous system. Likewise, jasmine is treasured for its fragrance, and its tea for health benefits that extend from helping to lower blood pressure and cholesterol, to strengthening the immune system.   Kenanga is used widely in traditional medicine, for everything from a headache and anxiety attacks to the treatment of respiratory illness. 
 
Colour also plays an important role in how gardens can make you feel. For instance, the distinctive orange of the amaryllis is energizing and often associated with courage and determination.  The deep pink rose makes us think of tenderness and love, while the white of jasmine is often associated with light, innocence, and purity. The green kenanga flower (ylang-ylang), is calming and evokes feelings of wellness associated with being close to nature.
The workshops, installation project, and performance will provide hands-on opportunities for members of the public to engage in the project.   Healing Garden will continue to grow over the course of the exhibition, and at the end of the exhibition, the flowers will be shared back to the community.  
Which flowers will you use to create your healing garden? 


Healing Garden (Yogyakarta) adalah bagian dari seri proyek partisipatif karya Hiromi Tango yang berfokus pada penciptaan ruang-ruang perlindungan yang aman, yang mendorong ekspresi kreatif dan transformasi emosi. Para pengunjung diundang untuk turut serta dalam instalasi dan performance partisipatoris di ARTJOG ini.
Karya-karya Hiromi Tango, seniman berkebangsaan Jepang-Australia, terdiri dari instalasi, patung, performance dan fotografi, dan berfokus pada penciptaan komunikasi penyembuhan melalui seni partisipatoris. Sejak 2009, Hiromi telah berkarya dengan berbagai komunitas untuk menyusun ruang-ruang yang mendorong para partisipan dan audiens memperlambat ritme, membongkar pikiran dan perasaan mereka, dan barangkali membuat terang spirit mereka dalam prosesnya. Proses pembuatan-karya, seperti membuat bunga dari kertas krep misalnya, terbukti telah membantu proses berbagai pemulihanan kondisi. Misalnya, aktivitas-aktivitas meditative yang sederhana seperti melipat, memilih, membungkus dan memilah berdasarkan warna, terbukti telah membantu proses pemulihan kondisi, dan mengurangi perasaan cemas serta depresi.
Dalam esai terbarunya mengenai proyek the Healing Project, Dr. Patricia Jungfer mencatat bahwa, “Seni mampu menjadi pengalaman transformatif bagi pembuat maupun penikmat karya. Dalam proyek-proyek sebelumnya, Hiromi telah melakukan eksplorasi mengenai antarmuka antara alam dan perawatan, ilmu saraf, neuroplastisitas, genetic, dan pengaruh warna secara kognitif terhadap emosi seperti depresi dan kecemasan. “Healing Garden” adalah kelanjutan dari perjalanan kreatif ini.”
Healing Garden (Yogyakarta) di ARTJOG mengambil inspirasi dari tanaman dan bunga setempat—termasuk mawar, melati, amarilis dan kenanga—masing-masing dari bunga tersebut mempunyai khasiat penyembuhan dan perawatan. Amarilis, misalnya, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker dan luka. Mawar, dikenal karena aromanya yang harum, dan minyaknya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dari menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sampai memperkuat sistem pertahanan tubuh. Kenanga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk banyak hal, mulai dari mengobati sakit kepala dan serangan kecemasan, sampai dengan merawat gangguan pernapasan.
Pada karya taman ini, warna mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perasaan kita. MIsalnya, warna oranye khas amarilis membuat kita bersemangat, dan sering dikaitkan dengan keberanian dan kebulatan tekad. Warna merah muda bunga mawar membuat kita berpikir tentang kelembutan dan cinta, sementara warna putih bunga melati sering dikaitkan dengan cahaya, kepolosan dan kesucian. HIjaunya bunga kenanga (ylang-ylang) menenangkan, dan membangkitkan perasaan kesehatan lahir dan batin, yang sering dikaitkan dengan posisi dekat dengan alam.
Lokakarya, proyek instalasi dan performance ini akan menyajikan kesempatan langsung bagi para pengunjung pameran untuk terlibat dengan proyek ini. Healing Garden akan terus tumbuh selama pameran berlangsung, dan di akhir pameran, bunga-bunga itu akan dibagikan kembali pada masyarakat.
Bunga jenis apakah yang Anda pilih untuk membuat taman penyembuhan Anda?

Healing Garden (Red Rose)

67 x 50 x 33 cm | Mixed media



Konsep Karya
Healing Garden (Yogyakarta) is part of a new series of community-engagement projects by Hiromi Tango that focuses on creating safe, nurturing spaces that encourage creative expression and emotional transformation. Members of the community are warmly invited to take part in this participatory installation and performance at ARTJOG.  
 
Japanese-Australian artist Hiromi Tango's work spans installation, sculpture, performance, and photography, and is focused on generating healing conversations through arts engagement. Since 2009, Hiromi has worked with many communities to create spaces that encourage participants and audiences to slow down, unpack their thoughts and feelings, and perhaps lighten their spirits along the way. The art-making processes, such as creating crepe papers flowers, have been shown to contribute to well-being in many ways. For example, simple, meditative tasks such as folding, sorting, wrapping, and categorizing by color, have been shown to contribute to our sense of well-being, and to reduce feelings of anxiety and depression. 
 
In a recent essay on the Healing Garden projects, Dr. Patricia Jungfer noted that “Art can be a transformative experience for the creator of the work and the observer. In her previous projects, Hiromi has explored the interface between nature and nurture, neural science, neuroplasticity, genetics, the cognitive impact of color on emotions such as depression and anxiety. “Healing Garden” continues this creative journey.” 
 
Healing Garden (Yogyakarta) at ARTJOG has been inspired by local plants and flowers - including the rose, jasmine, amaryllis, and kenanga - each of which has healing and nurturing properties. The amaryllis, for example, is used in traditional medicine as cancer and wound treatment. Roses are renowned for their sweet aroma, and the oil has many health benefits for the skin and nervous system. Likewise, jasmine is treasured for its fragrance, and its tea for health benefits that extend from helping to lower blood pressure and cholesterol, to strengthening the immune system.   Kenanga is used widely in traditional medicine, for everything from a headache and anxiety attacks to the treatment of respiratory illness. 
 
Colour also plays an important role in how gardens can make you feel. For instance, the distinctive orange of the amaryllis is energizing and often associated with courage and determination.  The deep pink rose makes us think of tenderness and love, while the white of jasmine is often associated with light, innocence, and purity. The green kenanga flower (ylang-ylang), is calming and evokes feelings of wellness associated with being close to nature.
The workshops, installation project, and performance will provide hands-on opportunities for members of the public to engage in the project.   Healing Garden will continue to grow over the course of the exhibition, and at the end of the exhibition, the flowers will be shared back to the community.  
Which flowers will you use to create your healing garden? 


Healing Garden (Yogyakarta) adalah bagian dari seri proyek partisipatif karya Hiromi Tango yang berfokus pada penciptaan ruang-ruang perlindungan yang aman, yang mendorong ekspresi kreatif dan transformasi emosi. Para pengunjung diundang untuk turut serta dalam instalasi dan performance partisipatoris di ARTJOG ini.
Karya-karya Hiromi Tango, seniman berkebangsaan Jepang-Australia, terdiri dari instalasi, patung, performance dan fotografi, dan berfokus pada penciptaan komunikasi penyembuhan melalui seni partisipatoris. Sejak 2009, Hiromi telah berkarya dengan berbagai komunitas untuk menyusun ruang-ruang yang mendorong para partisipan dan audiens memperlambat ritme, membongkar pikiran dan perasaan mereka, dan barangkali membuat terang spirit mereka dalam prosesnya. Proses pembuatan-karya, seperti membuat bunga dari kertas krep misalnya, terbukti telah membantu proses berbagai pemulihanan kondisi. Misalnya, aktivitas-aktivitas meditative yang sederhana seperti melipat, memilih, membungkus dan memilah berdasarkan warna, terbukti telah membantu proses pemulihan kondisi, dan mengurangi perasaan cemas serta depresi.
Dalam esai terbarunya mengenai proyek the Healing Project, Dr. Patricia Jungfer mencatat bahwa, “Seni mampu menjadi pengalaman transformatif bagi pembuat maupun penikmat karya. Dalam proyek-proyek sebelumnya, Hiromi telah melakukan eksplorasi mengenai antarmuka antara alam dan perawatan, ilmu saraf, neuroplastisitas, genetic, dan pengaruh warna secara kognitif terhadap emosi seperti depresi dan kecemasan. “Healing Garden” adalah kelanjutan dari perjalanan kreatif ini.”
Healing Garden (Yogyakarta) di ARTJOG mengambil inspirasi dari tanaman dan bunga setempat—termasuk mawar, melati, amarilis dan kenanga—masing-masing dari bunga tersebut mempunyai khasiat penyembuhan dan perawatan. Amarilis, misalnya, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker dan luka. Mawar, dikenal karena aromanya yang harum, dan minyaknya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dari menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sampai memperkuat sistem pertahanan tubuh. Kenanga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk banyak hal, mulai dari mengobati sakit kepala dan serangan kecemasan, sampai dengan merawat gangguan pernapasan.
Pada karya taman ini, warna mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perasaan kita. MIsalnya, warna oranye khas amarilis membuat kita bersemangat, dan sering dikaitkan dengan keberanian dan kebulatan tekad. Warna merah muda bunga mawar membuat kita berpikir tentang kelembutan dan cinta, sementara warna putih bunga melati sering dikaitkan dengan cahaya, kepolosan dan kesucian. HIjaunya bunga kenanga (ylang-ylang) menenangkan, dan membangkitkan perasaan kesehatan lahir dan batin, yang sering dikaitkan dengan posisi dekat dengan alam.
Lokakarya, proyek instalasi dan performance ini akan menyajikan kesempatan langsung bagi para pengunjung pameran untuk terlibat dengan proyek ini. Healing Garden akan terus tumbuh selama pameran berlangsung, dan di akhir pameran, bunga-bunga itu akan dibagikan kembali pada masyarakat.
Bunga jenis apakah yang Anda pilih untuk membuat taman penyembuhan Anda?

Healing Garden (Yogyakarta)

variable dimensions | Interactive mixed media installation and performance
2018


Konsep Karya
Healing Garden (Yogyakarta) is part of a new series of community-engagement projects by Hiromi Tango that focuses on creating safe, nurturing spaces that encourage creative expression and emotional transformation. Members of the community are warmly invited to take part in this participatory installation and performance at ARTJOG.  
 
Japanese-Australian artist Hiromi Tango's work spans installation, sculpture, performance, and photography, and is focused on generating healing conversations through arts engagement. Since 2009, Hiromi has worked with many communities to create spaces that encourage participants and audiences to slow down, unpack their thoughts and feelings, and perhaps lighten their spirits along the way. The art-making processes, such as creating crepe papers flowers, have been shown to contribute to well-being in many ways. For example, simple, meditative tasks such as folding, sorting, wrapping, and categorizing by color, have been shown to contribute to our sense of well-being, and to reduce feelings of anxiety and depression. 
 
In a recent essay on the Healing Garden projects, Dr. Patricia Jungfer noted that “Art can be a transformative experience for the creator of the work and the observer. In her previous projects, Hiromi has explored the interface between nature and nurture, neural science, neuroplasticity, genetics, the cognitive impact of color on emotions such as depression and anxiety. “Healing Garden” continues this creative journey.” 
 
Healing Garden (Yogyakarta) at ARTJOG has been inspired by local plants and flowers - including the rose, jasmine, amaryllis, and kenanga - each of which has healing and nurturing properties. The amaryllis, for example, is used in traditional medicine as cancer and wound treatment. Roses are renowned for their sweet aroma, and the oil has many health benefits for the skin and nervous system. Likewise, jasmine is treasured for its fragrance, and its tea for health benefits that extend from helping to lower blood pressure and cholesterol, to strengthening the immune system.   Kenanga is used widely in traditional medicine, for everything from a headache and anxiety attacks to the treatment of respiratory illness. 
 
Colour also plays an important role in how gardens can make you feel. For instance, the distinctive orange of the amaryllis is energizing and often associated with courage and determination.  The deep pink rose makes us think of tenderness and love, while the white of jasmine is often associated with light, innocence, and purity. The green kenanga flower (ylang-ylang), is calming and evokes feelings of wellness associated with being close to nature.
The workshops, installation project, and performance will provide hands-on opportunities for members of the public to engage in the project.   Healing Garden will continue to grow over the course of the exhibition, and at the end of the exhibition, the flowers will be shared back to the community.  
Which flowers will you use to create your healing garden? 


Healing Garden (Yogyakarta) adalah bagian dari seri proyek partisipatif karya Hiromi Tango yang berfokus pada penciptaan ruang-ruang perlindungan yang aman, yang mendorong ekspresi kreatif dan transformasi emosi. Para pengunjung diundang untuk turut serta dalam instalasi dan performance partisipatoris di ARTJOG ini.
Karya-karya Hiromi Tango, seniman berkebangsaan Jepang-Australia, terdiri dari instalasi, patung, performance dan fotografi, dan berfokus pada penciptaan komunikasi penyembuhan melalui seni partisipatoris. Sejak 2009, Hiromi telah berkarya dengan berbagai komunitas untuk menyusun ruang-ruang yang mendorong para partisipan dan audiens memperlambat ritme, membongkar pikiran dan perasaan mereka, dan barangkali membuat terang spirit mereka dalam prosesnya. Proses pembuatan-karya, seperti membuat bunga dari kertas krep misalnya, terbukti telah membantu proses berbagai pemulihanan kondisi. Misalnya, aktivitas-aktivitas meditative yang sederhana seperti melipat, memilih, membungkus dan memilah berdasarkan warna, terbukti telah membantu proses pemulihan kondisi, dan mengurangi perasaan cemas serta depresi.
Dalam esai terbarunya mengenai proyek the Healing Project, Dr. Patricia Jungfer mencatat bahwa, “Seni mampu menjadi pengalaman transformatif bagi pembuat maupun penikmat karya. Dalam proyek-proyek sebelumnya, Hiromi telah melakukan eksplorasi mengenai antarmuka antara alam dan perawatan, ilmu saraf, neuroplastisitas, genetic, dan pengaruh warna secara kognitif terhadap emosi seperti depresi dan kecemasan. “Healing Garden” adalah kelanjutan dari perjalanan kreatif ini.”
Healing Garden (Yogyakarta) di ARTJOG mengambil inspirasi dari tanaman dan bunga setempat—termasuk mawar, melati, amarilis dan kenanga—masing-masing dari bunga tersebut mempunyai khasiat penyembuhan dan perawatan. Amarilis, misalnya, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker dan luka. Mawar, dikenal karena aromanya yang harum, dan minyaknya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dari menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sampai memperkuat sistem pertahanan tubuh. Kenanga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk banyak hal, mulai dari mengobati sakit kepala dan serangan kecemasan, sampai dengan merawat gangguan pernapasan.
Pada karya taman ini, warna mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perasaan kita. MIsalnya, warna oranye khas amarilis membuat kita bersemangat, dan sering dikaitkan dengan keberanian dan kebulatan tekad. Warna merah muda bunga mawar membuat kita berpikir tentang kelembutan dan cinta, sementara warna putih bunga melati sering dikaitkan dengan cahaya, kepolosan dan kesucian. HIjaunya bunga kenanga (ylang-ylang) menenangkan, dan membangkitkan perasaan kesehatan lahir dan batin, yang sering dikaitkan dengan posisi dekat dengan alam.
Lokakarya, proyek instalasi dan performance ini akan menyajikan kesempatan langsung bagi para pengunjung pameran untuk terlibat dengan proyek ini. Healing Garden akan terus tumbuh selama pameran berlangsung, dan di akhir pameran, bunga-bunga itu akan dibagikan kembali pada masyarakat.
Bunga jenis apakah yang Anda pilih untuk membuat taman penyembuhan Anda?

Sun (Bloom to be me)

35 x 35 cm | Neon, textile, moving light, acrylic



Konsep Karya
Healing Garden (Yogyakarta) is part of a new series of community-engagement projects by Hiromi Tango that focuses on creating safe, nurturing spaces that encourage creative expression and emotional transformation. Members of the community are warmly invited to take part in this participatory installation and performance at ARTJOG.  
 
Japanese-Australian artist Hiromi Tango's work spans installation, sculpture, performance, and photography, and is focused on generating healing conversations through arts engagement. Since 2009, Hiromi has worked with many communities to create spaces that encourage participants and audiences to slow down, unpack their thoughts and feelings, and perhaps lighten their spirits along the way. The art-making processes, such as creating crepe papers flowers, have been shown to contribute to well-being in many ways. For example, simple, meditative tasks such as folding, sorting, wrapping, and categorizing by color, have been shown to contribute to our sense of well-being, and to reduce feelings of anxiety and depression. 
 
In a recent essay on the Healing Garden projects, Dr. Patricia Jungfer noted that “Art can be a transformative experience for the creator of the work and the observer. In her previous projects, Hiromi has explored the interface between nature and nurture, neural science, neuroplasticity, genetics, the cognitive impact of color on emotions such as depression and anxiety. “Healing Garden” continues this creative journey.” 
 
Healing Garden (Yogyakarta) at ARTJOG has been inspired by local plants and flowers - including the rose, jasmine, amaryllis, and kenanga - each of which has healing and nurturing properties. The amaryllis, for example, is used in traditional medicine as cancer and wound treatment. Roses are renowned for their sweet aroma, and the oil has many health benefits for the skin and nervous system. Likewise, jasmine is treasured for its fragrance, and its tea for health benefits that extend from helping to lower blood pressure and cholesterol, to strengthening the immune system.   Kenanga is used widely in traditional medicine, for everything from a headache and anxiety attacks to the treatment of respiratory illness. 
 
Colour also plays an important role in how gardens can make you feel. For instance, the distinctive orange of the amaryllis is energizing and often associated with courage and determination.  The deep pink rose makes us think of tenderness and love, while the white of jasmine is often associated with light, innocence, and purity. The green kenanga flower (ylang-ylang), is calming and evokes feelings of wellness associated with being close to nature.
The workshops, installation project, and performance will provide hands-on opportunities for members of the public to engage in the project.   Healing Garden will continue to grow over the course of the exhibition, and at the end of the exhibition, the flowers will be shared back to the community.  
Which flowers will you use to create your healing garden? 


Healing Garden (Yogyakarta) adalah bagian dari seri proyek partisipatif karya Hiromi Tango yang berfokus pada penciptaan ruang-ruang perlindungan yang aman, yang mendorong ekspresi kreatif dan transformasi emosi. Para pengunjung diundang untuk turut serta dalam instalasi dan performance partisipatoris di ARTJOG ini.
Karya-karya Hiromi Tango, seniman berkebangsaan Jepang-Australia, terdiri dari instalasi, patung, performance dan fotografi, dan berfokus pada penciptaan komunikasi penyembuhan melalui seni partisipatoris. Sejak 2009, Hiromi telah berkarya dengan berbagai komunitas untuk menyusun ruang-ruang yang mendorong para partisipan dan audiens memperlambat ritme, membongkar pikiran dan perasaan mereka, dan barangkali membuat terang spirit mereka dalam prosesnya. Proses pembuatan-karya, seperti membuat bunga dari kertas krep misalnya, terbukti telah membantu proses berbagai pemulihanan kondisi. Misalnya, aktivitas-aktivitas meditative yang sederhana seperti melipat, memilih, membungkus dan memilah berdasarkan warna, terbukti telah membantu proses pemulihan kondisi, dan mengurangi perasaan cemas serta depresi.
Dalam esai terbarunya mengenai proyek the Healing Project, Dr. Patricia Jungfer mencatat bahwa, “Seni mampu menjadi pengalaman transformatif bagi pembuat maupun penikmat karya. Dalam proyek-proyek sebelumnya, Hiromi telah melakukan eksplorasi mengenai antarmuka antara alam dan perawatan, ilmu saraf, neuroplastisitas, genetic, dan pengaruh warna secara kognitif terhadap emosi seperti depresi dan kecemasan. “Healing Garden” adalah kelanjutan dari perjalanan kreatif ini.”
Healing Garden (Yogyakarta) di ARTJOG mengambil inspirasi dari tanaman dan bunga setempat—termasuk mawar, melati, amarilis dan kenanga—masing-masing dari bunga tersebut mempunyai khasiat penyembuhan dan perawatan. Amarilis, misalnya, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker dan luka. Mawar, dikenal karena aromanya yang harum, dan minyaknya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dari menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sampai memperkuat sistem pertahanan tubuh. Kenanga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk banyak hal, mulai dari mengobati sakit kepala dan serangan kecemasan, sampai dengan merawat gangguan pernapasan.
Pada karya taman ini, warna mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perasaan kita. MIsalnya, warna oranye khas amarilis membuat kita bersemangat, dan sering dikaitkan dengan keberanian dan kebulatan tekad. Warna merah muda bunga mawar membuat kita berpikir tentang kelembutan dan cinta, sementara warna putih bunga melati sering dikaitkan dengan cahaya, kepolosan dan kesucian. HIjaunya bunga kenanga (ylang-ylang) menenangkan, dan membangkitkan perasaan kesehatan lahir dan batin, yang sering dikaitkan dengan posisi dekat dengan alam.
Lokakarya, proyek instalasi dan performance ini akan menyajikan kesempatan langsung bagi para pengunjung pameran untuk terlibat dengan proyek ini. Healing Garden akan terus tumbuh selama pameran berlangsung, dan di akhir pameran, bunga-bunga itu akan dibagikan kembali pada masyarakat.
Bunga jenis apakah yang Anda pilih untuk membuat taman penyembuhan Anda?