Uji Handoko Eko Saputro a.k.a Hahan


Born February 25, 1983, Kebumen, Indonesia

Education
2009
Printmaking, Faculty of Fine Art, Indonesian Institute of the Arts, Yogyakarta, Indonesia

Selected Solo Exhibitions
2018
“Wall Street Gymnastics”, Roh Projects, Jakarta, Indonesia
2016
“We’re Not Making Art, We’re Making Money”, Art Stage Jakarta, Indonesia
“Hahan At WRKZ”, Vinyl On Vinyl, Chino Roces, Makati City, Philippines 
“Hahan Currency”, Art Fair Philippines, The Link Car Park, Ayala Ave, Makati City, Philippines
2015
“Sauce For Contemporary Art Problems”, Equator Art Projects, Gillman Barracks, Singapore

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia 
“5 x 5 – the Artist and the Patron”, Penrith Regional Gallery & The Lewers Bequest, Emu Plains, Australia
2017
“NGV Triennial”, National Gallery of Victoria, Melbourne, Australia
“Speculative Entertainment No.1 Sydney Edition”, Sydney Contemporary Art Fair 2017, Carriageworks, Sydney, Australia
“ARTJOG Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yogyakarta Indonesia
“Speculative Entertainment No.1 Hong Kong Edition”, Art Central Hong Kong, Hong Kong
2016
“The 4th Jakarta Contemporary Ceramic Biennale : Way Of Clay”, National Gallery of Indonesia, Jakarta, Indonesia
“Jogja Calling”, 4A Centre for Contemporary Asian Art, Sydney, Australia
“ARTJOG Universal Influence”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“Paper Trails: Southeast Asian Works on Paper”, Sangkring Art Space, Yogyakarta, Indonesia

Residencies
2016
PT Sango Ceramics, Semarang, Indonesia
2014
Campbelltown Arts Centre, Sydney, Australia
2012
Contact Inc., Brisbane, Australia

Awards
2017 
Top 30 Finalist, The 2017 Sovereign Asian Art Prize, Awarded by The Sovereign Art Foundation



Universal Value(s)

d.3cm | 28.90 gram fine gold 999.9
2018


Konsep Karya
In this piece, Hahan utilizes two objects from different medium to convey his idea about how a material works and influences in deciding the value of a work. His first object is a 1 cm diameter painting using the material of acrylic on canvas. His second object is a 3 cm diameter golden coin with the weight of 28.90 gram and pure gold content 999.9%. Those two mediums are picked as the representation of material considered establish and has certain parameter value in the social field that shapes it. Those objects with the same visual element will be placed side by side and measured the same financial value. Through this piece, he wants to trace the politic of material to know how the operation of monetary and non-monetary value in an object (of art) works.

Dalam karya ini, Hahan menggunakan dua obyek dengan medium yang berbeda untuk menawarkan gagasannya tentang bagaimana sebuah material bekerja dan berpengaruh dalam membangun nilai sebuah karya. Objek pertama adalah lukisan berdiameter 180 cm yang menggunakan material akrilik di atas kanvas. Sedangkan obyek kedua menggunakan koin emas berdiameter 3 cm dengan berat 28,90 gram dan kandungan emas murni 999,9%. Kedua medium ini dipilih sebagai representasi dari material yang dianggap mapan dan memiliki parameter nilai tertentu dalam medan sosial yang membentuknya. Kedua obyek dengan visual yang sama ini akan disandingkan dan ditakar dalam nilai moneter yang sama. Melalui karya ini, ia ingin menelusuri tentang politik material untuk melihat beroperasinya nilai moneter dan non-moneter dari sebuah objek (seni) dibentuk.

Universal Value(s)

painting d.180cm | acrylic on canvas, marble
2018


Konsep Karya
In this piece, Hahan utilizes two objects from different medium to convey his idea about how a material works and influences in deciding the value of a work. His first object is a 1 cm diameter painting using the material of acrylic on canvas. His second object is a 3 cm diameter golden coin with the weight of 28.90 gram and pure gold content 999.9%. Those two mediums are picked as the representation of material considered establish and has certain parameter value in the social field that shapes it. Those objects with the same visual element will be placed side by side and measured the same financial value. Through this piece, he wants to trace the politic of material to know how the operation of monetary and non-monetary value in an object (of art) works. 


 
Dalam karya ini, Hahan menggunakan dua obyek dengan medium yang berbeda untuk menawarkan gagasannya tentang bagaimana sebuah material bekerja dan berpengaruh dalam membangun nilai sebuah karya. Objek pertama adalah lukisan berdiameter 180 cm yang menggunakan material akrilik di atas kanvas. Sedangkan obyek kedua menggunakan koin emas berdiameter 3 cm dengan berat 28,90 gram dan kandungan emas murni 999,9%. Kedua medium ini dipilih sebagai representasi dari material yang dianggap mapan dan memiliki parameter nilai tertentu dalam medan sosial yang membentuknya. Kedua obyek dengan visual yang sama ini akan disandingkan dan ditakar dalam nilai moneter yang sama. Melalui karya ini, ia ingin menelusuri tentang politik material untuk melihat beroperasinya nilai moneter dan non-moneter dari sebuah objek (seni) dibentuk.