Patricia Untario


Born 1984, Jakarta, Indonesia

Education
2009 – 2011
Vetroricerca Glas & Modern, Bolzano, Italy
2006
Tittot Glass Museum Summer Camp, Taipei, Taiwan
2003 – 2008
Fine Art Department Majoring Sculpture, Bandung Institute of Technology, Indonesia

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia 
“Sovereign Asian Art Prize 2018 Finalists”, Hong Kong
2017
“Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 8: MURNI?”, Grand Kemang Hotel, Jakarta Indonesia
“Re: Emergence”, Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Indonesia
“Art Jakarta 2017”, The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Indonesia 
“Perjalanan Senyap”, Orbital Dago, Bandung, Indonesia
2016
“Art Stage Jakarta”, Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City Hotel, Jakarta, Indonesia
“Artmosphere”, Galleries Lafayette, Pacific Place, Jakarta, Indonesia
“Art for Education, Plaza Indonesia 26th Anniversary”, Plaza Indonesia, Jakarta, Indonesia
“Janji Kang Jait”, APA Space, Plaza Indonesia, Jakarta, Indonesia



Night with Frank L. Wright

5 panels, in total 176 x 376.5 x 50 cm | Color glasses, led lamps and panels
2017


Konsep Karya
For me, stained glass is an element of art that becomes an integral part of architecture. Now stained glass is considered as an applied art, though in the Middle Age it's considered as a high art.
Frank Lloyd Wright, an influential architect in modern era, applies stained glass in his architectural works. Stained glass has a distinction as a works that open the gaps between art, craft, design and architecture.
In this exhibition, I deconstruct stained glass from a pattern designed by Frank Lloyd Wright. The glass patterns of a stained glass will be placed vertically and stuck to a wall and then shined by light. The light of lamp would refract the colors of glass to the wall, and would form pattern that would remind us of the glory of stained glass as a work of art in the past.


Kaca patri bagi saya merupakan elemen seni yang menjadi bagian dari arsitektur. Kaca patri disebut seni terapan meskipun pada abad pertengahan ekspresi artistik melalui kaca patri yang terpasang pada bangunan disebut pula sebagai seni tinggi.
 
Frank Lloyd Wright seorang arsitek yang berpengaruh di era modern menerapkan kaca patri pada karya-karya arsitekturnya. Kaca patri memiliki keistimewaan sebagai salah satu karya yang membuka sekat-sekat antara seni, kriya, desain dan arsitektur.
Pada pameran ini saya akan mendekonstruksi kaca patri dari pola yang didesain oleh Frank Lloyd Wright. Potongan-potongan kaca untuk pola suatu kaca patri akan diletakkan secara vertikal dan menempel pada sebuah dinding kemudian akan diberi cahaya lampu. Cahaya lampu tersebut akan membiaskan warna-warna kaca ke dinding yang sehingga akan kembali membentuk pola yang mengingatkan pada keagungan kaca patri sebagai karya seni di masa lalu.