Meliantha Muliawan


Born 1992, Pontianak, Indonesia

Education
2010-2014
Fine Arts, Faculty of Visual Art and Design, Bandung Institute of Technology, Bandung, Indonesia

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
2017
“ARTJOG Changing Perspective”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
“Artmosphere: Road to Art Stage Jakarta 2017”, Galeries Lafayette, Jakarta, Indonesia
2016
“Art for Gift”, Lawangwangi Creative Space, Bandung, Indonesia
“Redbase Young Artist Award 2016”, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia
“Beta Test No. 9: Meliantha Muliawan”, Gerilya Artist Collective, Bandung, Indonesia
“Reproduction of Art in The Age of Digital Reproduction Vol.0”, Awanama Art Habitat, Jakarta, Indonesia
2015
“Outline”, Indonesia Drawing Festival, Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Indonesia
“Kumur-Kumur”, Laskar Seni, Galeri Soemardja, Bandung, Indonesia
“Pop Mart”, Artotel, Jakarta, Indonesia

Award and Residency
2017    
'Translucent', Redbase Foundation Residency Program, Yogyakarta, Indonesia
2016
20 Finalists at ‘REDBASE Young Artist Award 2016’, Jogja Gallery, Yogyakarta, Indonesia



Vague Shapes in the Light #1

65x70x6 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.


Vague Shapes in the Light #2

52x53x9 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.

Vague Shapes in the Light #3

40x40x5 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.

Vague Shapes in the Light #4

60x125x20 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.

Vague Shapes in the Light #5

95x120x7 | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.

Vague Shapes in the Light #6

170x105x20 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.

Vague Shapes in the Light #7

125x85x40 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.

Vague Shapes in the Light #8

120x105x7 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.


Vague Shapes in the Light #9

112x65x7 cm | Wood, canvas in resin- acrylic on resin
2018


Konsep Karya
Directly or indirectly, life is a result and a consequence of many forms of enlightenment. According to a French philosopher, Rene Descartes, 'Cogito Ergo Sum'-I think therefore I am', it reminds us that actually human never stops actualizing themselves as the highest achievement of life necessity. 
Thought, idea, spirit, change and also progress for people around us won't come from an empty space. It takes a long process experienced by its thinker. One of them is the birth of faith/optimism. So that enlightenment doesn't stop at the realm of idea only, but it should be a faith that human can change and drive things outside of themselves towards a progress.
By taking the analogy of enlightenment process in the object in daily life, an artist presents a piece covered by a white sheet. Believing that there's a piece of artworks behind the white sheet. Even without having to remove it, we can guess, imagine, envisage and be sure of its existence through the visible form we see. 


Secara langsung maupun tidak langsung, kehidupan merupakan hasil dan dampak dari bentuk-bentuk pencerahan. Melalui pemikiran filsuf Perancis, Rene Descartes ‘Cogito Ergo Sum’- ‘Aku berpikir maka aku ada’ mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia tak hentinya mengaktualisasikan dirinya sebagai bentuk pencapaian tertinggi dan kebutuhan hidup. 
Gagasan, ide, semangat, perubahan serta kemajuan untuk orang disekitarnya tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan suatu proses yang panjang yang dialami oleh pemikirnya. Yang salah satunya adalah kelahiran keyakinan/optimisme. Sehingga ‘pencerahan’ tak berhenti pada tataran ‘ide’, melainkan juga keyakinan akan manusia sanggup merubah hal di luar dirinya kepada suatu kemajuan. 
Dengan menganalogikan proses pencerahan dengan benda keseharian, seniman menampakan suatu wujud karya tertutup kain putih. Meyakini bahwa dibalik kain tersebut tersembunyi suatu karya. Meskipun sebelum disingkapkan, dapat membuat kita menebak, membayangkan, berimajinasi, dan berkeyakinan dari bentuk luar yang nampak.