Jalaini Abu Hasan


Born 1963, Selangor, Malaysia

Education 
2018 
Pursuing Phd In  Studio-Practice Research – Universitas Teknologi MARA (UiTM), Malaysia
1995 
Pratt Institute, New York
1988 
The Slade School of Fine Art, University College of London
1985 
Fine Art, Institut Teknologi Mara (Now UiTM), Shah Alam, Selangor, Malaysia

Selected Solo Exhibitions 
2017 
“CARTA Jalaini Abu Hassan”, Galleri Rumah Lukis, Kuala Lumpur, Malaysia
2016 
“Siang & Malam”, The Edge Galerie, Kuala Lumpur, Malaysia
2015 
“Picturing Painting”, Segaris Art Center, Kuala Lumpur, Malaysia
“Painting Industry”, Equator Art Projects, Gilman Barrack, Singapore

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
2017 
“Three Person Show”, CULT Gallery Kuala Lumpur, Malaysia
“Semangat 10”, Gallery Petronas, Malaysia
2016
“At The Still Point”, Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, Indonesia
“Work on Paper”, Sangkring Art Space, Yogyakarta, Indonesia
2013
“Kembara Jiwa Homecoming”, Galeri Chandan, Publika Solaris Dutamas, Kuala Lumpur, Malaysia
“Transit A4”, House of MATAHATI (HOM), Ampang, Selangor, Malaysia
“Art Aid”, TJ Fine Art Gallery, Centrio Pantai Hillpark, Kuala Lumpur, Malaysia
“Kembara Jiwa”, Galeri Chandan & Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Indonesia



Picisan Sejarah A

100 pieces, each 14.8 x 21 cm | Ink and bitumen on paper
2018


Konsep Karya
This Picisan Sejarah (Fragmented History) series inspired by the sources of history which have the role to build the age frame of today and tomorrow. Events in the past that repeat themselves as a whole, well planned, naturally and beyond the reason.
Since I was a little kid, until now, I was taught about the 'fact' of the history of homeland through its secular lens. Little by little this 'fact' becomes wrong and misleading.
The history of a homeland, like the conquest of the Japanese empire, the defeat of British empire, the colonization program, the structure rebuilding of people and so on should be the main reference. These visual data are compiled and rearranged using watercolor painting, ink, and asphalt on paper as a restructuration or rearrangement in order to provide the new meaning.
These painted postcards are randomly put together to commemorate resource and factual uncertainty. Posting cards also deliver news or message secretly, simply and easily. This is also about the location and the geographical representation of places where important events happened in history.
Picisan Sejarah (Fragmented History)


Serial karya Picisan Sejarah bertolak dari sumber-sumber sejarah masa lalu yang berperan dalam pembentukan kerangka zaman sekarang dan masa depan. Kejadian berulang di masa lalu berulang secara kebetulan, terencana, alami dan di luar nalar. 
Sepanjang usia anak-anak hingga dewasa, saya diajari tentang 'fakta' sejarah tanah air dan bangsa melalui lensa sekulernya. Sedikit demi sedikit 'fakta' ini berubah menjadi salah dan menyesatkan. 
Sejarah sejarah tanah air seperti penaklukan kekuatan kekaisaran Jepang, kekalahan kekaisaran Inggris, program kolonialisasi, pembangunan kembali struktur rakyat dan seterusnya menjadi rujukan utama. Data-data visual ini dikompilasi dan disusun ulang dengan lukisan air, tinta dan aspal di atas kertas sebagai proses restrukturisasi atau penataan ulang dalam memberikan makna baru.
Lukisan kartu pos ini secara acak diatur untuk memperingati sumber dan fakta ketidakpastian. Mengirimkan kartu pos juga menyampaikan berita atau pesan diam-diam dengan sederhana dan mudah. Ini juga mengenai lokasi dan representasi geografis dari tempat peristiwa sejarah yang penting terjadi.


Picisan Sejarah B

48 pcs, each 14.8 x 21 cm | Ink and bitumen on paper
2018


Konsep Karya
This Picisan Sejarah (Fragmented History) series inspired by the sources of history which have the role to build the age frame of today and tomorrow. Events in the past that repeat themselves as a whole, well planned, naturally and beyond the reason.
Since I was a little kid, until now, I was taught about the 'fact' of the history of homeland through its secular lens. Little by little this 'fact' becomes wrong and misleading.
The history of a homeland, like the conquest of the Japanese empire, the defeat of British empire, the colonization program, the structure rebuilding of people and so on should be the main reference. These visual data are compiled and rearranged using watercolor painting, ink, and asphalt on paper as a restructuration or rearrangement in order to provide the new meaning.
These painted postcards are randomly put together to commemorate resource and factual uncertainty. Posting cards also deliver news or message secretly, simply and easily. This is also about the location and the geographical representation of places where important events happened in history.
Picisan Sejarah (Fragmented History)


Serial karya Picisan Sejarah bertolak dari sumber-sumber sejarah masa lalu yang berperan dalam pembentukan kerangka zaman sekarang dan masa depan. Kejadian berulang di masa lalu berulang secara kebetulan, terencana, alami dan di luar nalar. 
Sepanjang usia anak-anak hingga dewasa, saya diajari tentang 'fakta' sejarah tanah air dan bangsa melalui lensa sekulernya. Sedikit demi sedikit 'fakta' ini berubah menjadi salah dan menyesatkan. 
Sejarah sejarah tanah air seperti penaklukan kekuatan kekaisaran Jepang, kekalahan kekaisaran Inggris, program kolonialisasi, pembangunan kembali struktur rakyat dan seterusnya menjadi rujukan utama. Data-data visual ini dikompilasi dan disusun ulang dengan lukisan air, tinta dan aspal di atas kertas sebagai proses restrukturisasi atau penataan ulang dalam memberikan makna baru.
Lukisan kartu pos ini secara acak diatur untuk memperingati sumber dan fakta ketidakpastian. Mengirimkan kartu pos juga menyampaikan berita atau pesan diam-diam dengan sederhana dan mudah. Ini juga mengenai lokasi dan representasi geografis dari tempat peristiwa sejarah yang penting terjadi.

Pinafore

88.5 x 123 cm | Bitumen on paper
2018


Konsep Karya
This Picisan Sejarah (Fragmented History) series inspired by the sources of history which have the role to build the age frame of today and tomorrow. Events in the past that repeat themselves as a whole, well planned, naturally and beyond the reason.
Since I was a little kid, until now, I was taught about the 'fact' of the history of homeland through its secular lens. Little by little this 'fact' becomes wrong and misleading.
The history of a homeland, like the conquest of the Japanese empire, the defeat of British empire, the colonization program, the structure rebuilding of people and so on should be the main reference. These visual data are compiled and rearranged using watercolor painting, ink, and asphalt on paper as a restructuration or rearrangement in order to provide the new meaning.
These painted postcards are randomly put together to commemorate resource and factual uncertainty. Posting cards also deliver news or message secretly, simply and easily. This is also about the location and the geographical representation of places where important events happened in history.
Picisan Sejarah (Fragmented History)


Serial karya Picisan Sejarah bertolak dari sumber-sumber sejarah masa lalu yang berperan dalam pembentukan kerangka zaman sekarang dan masa depan. Kejadian berulang di masa lalu berulang secara kebetulan, terencana, alami dan di luar nalar. 
Sepanjang usia anak-anak hingga dewasa, saya diajari tentang 'fakta' sejarah tanah air dan bangsa melalui lensa sekulernya. Sedikit demi sedikit 'fakta' ini berubah menjadi salah dan menyesatkan. 
Sejarah sejarah tanah air seperti penaklukan kekuatan kekaisaran Jepang, kekalahan kekaisaran Inggris, program kolonialisasi, pembangunan kembali struktur rakyat dan seterusnya menjadi rujukan utama. Data-data visual ini dikompilasi dan disusun ulang dengan lukisan air, tinta dan aspal di atas kertas sebagai proses restrukturisasi atau penataan ulang dalam memberikan makna baru.
Lukisan kartu pos ini secara acak diatur untuk memperingati sumber dan fakta ketidakpastian. Mengirimkan kartu pos juga menyampaikan berita atau pesan diam-diam dengan sederhana dan mudah. Ini juga mengenai lokasi dan representasi geografis dari tempat peristiwa sejarah yang penting terjadi.