J. Ariadhitya Pramuhendra


Born August 13, 1984, Semarang, Indonesia

Education
Printmaking, Bandung Institute of Technology (ITB), Bandung, Indonesia 

Selected Solo Exhibition
2013
“Vox Clamantis in Deserto”, Equator Art Project, Singapore
2012
“Religion of Science”, Galerie Perrotin, Hong Kong
2011
“Silent Confession”, Michael Ku Gallery, Taipei, Taiwan

Selected Group Exhibitions
2018
“ARTJOG Enlightenment”, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia
2017
“Bandung Re - Emergence”, Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Indonesia
“Art Basel Hong Kong”, Hong Kong
2016 
“ROH Project Opening New Gallery”, ROH Gallery, Jakarta, Indonesia 
“BARDO”, Edwin’s Gallery, Jakarta, Indonesia
2015
“Canna Gallery Birthday Exhibition”, Galeri Canna, Jakarta, Indonesia
“J. Ariadhitya Pramuhendra & Yi Hong – JIAN”, Michalel Ku Gallery, Taipei, Taiwan
“Gray Would Be The Color, If I Had a Heart”, Marc Strauss Gallery, New York, USA
“Group Exhibition with Canna Gallery”, Galeri Nasional, Jakarta, Indonesia

Awards
Winner, “Artist of the Year 2011″ under 30 years old, Soemardja Art Award, Bandung Institute of Technology (ITB), Bandung, Indonesia
Honorable Mention, Drawing Award, The 12th International Biennale, Print and Drawing Exhibition 2006, National Taiwan Museum of Fine Arts



St.Atanasius

200x150cm | Charcoal on canvas
2017


Konsep Karya

The Lambskin series began to building on a dialogue of religious symbolism in my work. The drive to explore my own faith and question the existence of God has lead my work from the direct, frontal iconography of the Last Supper series to the Religion of Science series, which describes a metaphorical tension between science and the catholic church. Religion of Science investigates a ritualistic dissecting of the body in search of God and the truth of religious doctrine under the skin.

 

Through the use of macro imagery in the first part of the series, I examine and translate the small details of the skin and fur in search of something more spiritual or essential. Although the basis of this series is derived from a visual and physical reality, the result takes on an ambiguous, abstract form, leaving my questions of faith and the church unanswered.

Serial Lambskin ini adalah cara saya untuk menyusun sebuah dialog mengenai simbolisme religi dalam karya saya. Keinginan untuk menyelidiki keyakinan saya sendiri dan mempertanyakan keberadaan Tuhan telah menggiring karya saya dari serial The Last Supper (Perjamuan Terakhir) yang langsung dan frontal ke serial Religion Of Science, yang menggambarkan tegangan metaforis antara Pengetahuan dan Gereja Katolik. Religion Of Science ini adalah usaha menyelidiki ritual pembedahan tubuh untuk menemukan Tuhan dan kebenaran doktrin agama yang ada di bawah permukaan.

 

 

Melalui penggunaan imej makro pada bagian pertama serial ini, saya memeriksa dan menerjemakan detil-detil kulit dan bulu dengan lebih detil sebagai usaha untuk mencari sesuatu yang lebih spiritual atau esensial. Walau dasar dari serial ini berasal dari realitas visual dan fisik, hasilnya yang abstrak dan ambigu, membuat pertanyaan-pertanyaan saya mengenai iman dan gereja tetap tidak menemukan jawaban.